Fakta Nasional

RBPI Gelar Peringatan Harlah ke-4 di Medan, Pemenuhan Hak Pengemudi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

MEDAN, FAKTANASIONAL.NET – Ruang Berkumpul Pengemudi Indonesia (RBPI) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan mengusung tema pengabdian RBPI untuk negeri: "Pengemudi Kompeten Garda Terdepan Keselamatan dan Kelancaran Distribusi Pangan serta Kebutu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 10 November 2025 📖 4 menit
RBPI Gelar Peringatan Harlah ke-4 di Medan, Pemenuhan Hak Pengemudi untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
) -->

MEDAN, FAKTANASIONAL.NET – Ruang Berkumpul Pengemudi Indonesia (RBPI) merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-4 dengan mengusung tema pengabdian RBPI untuk negeri: "Pengemudi Kompeten Garda Terdepan Keselamatan dan Kelancaran Distribusi Pangan serta Kebutuhan Nasional."

Tujuan dari peringatan Harlah ke-4 RBPI adalah memastikan kesejahteraan pengemudi, kelancaran logistik, dan tercapainya Indonesia yang lebih baik. Pelaksanaan acara dipusatkan di Kota Medan, Sumatera Utara pada Minggu (9/11/2025).

Acara itu dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan; Staff Ahli Gubernur Bidang Pendidikan Perwakilan Gubernur Sumut, Alfi Syahriza; KBO Ditlantas Polda Sumut AKBP SL Widodo; Perwakilan Kemenhub RI, Eljam S; perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Alfiano; Pengurus PK PMII Al - Azhar Medan Ismail Anwar Rambe.

Adapun selaku shohibul bait atau tuan rumah acara, hadir Ketua Umum RBPI Ika Rostianti, Ketua RBPI Sumut Eko Andrifa Hasibuan beserta jajaran pengurus dan anggota RBPI se-Sunatera Utara.

Ketua Umum RBPI Rostianti mengatakan, rangkaian peringatan Harlah ke-4 RBPI telah dimulai dengan kegiatan secara terpusat di Jakarta, dan acara di Kota Medan kali ini menjadi bagian penting agar seluruh anggota dapat merasakan semangat perjuangan bersama.

Ika menjelaskan, mayoritas anggota RBPI adalah pengemudi logistik maupun pengemudi pribadi. Berbagai latar belakang dan keberagaman hadir dalam tubuh RBPI, dan hal ini menjadi kekuatan bagi kita semua dalam menjaga kebersamaan dan solidaritas.

"Alhamdulillah, RBPI telah memiliki nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan berbagai pihak terkait. Rekan-rekan seperjuangan sekalian adalah tulang punggung ekonomi bangsa, dengan tantangan jam kerja panjang dan risiko pekerjaan yang tinggi," kata Ika.

Ia juga menegaskan RBPI bukan sekadar nama, melainkan simbol semangat, api perjuangan, dan solidaritas yang terus menyala.

Para anggota RBPI, jelas Ika, telah membuktikan komitmen dalam memperjuangkan dan merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan pengemudi, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengakuan yang layak bagi setiap peluh perjuangan kita.

"Namun, perjuangan masih belum selesai. Hingga kini belum ada direktorat khusus yang mengayomi para pengemudi. Maka dari itu, kita perlu mendukung program-program pemberdayaan sumber daya manusia, agar pengemudi dapat memperoleh pendapatan yang layak dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri saat ini," tandas Ika.

Lebih jauh Ika mengungkapkan pentingnya kesepakatan tentang penguatan SDM melalui program vokasi, pelatihan, serta peningkatan kapasitas diri. Ia membocorkan rencana kerjasama antara RBPI dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) di Cibubur.

"Peningkatan kompetensi dan profesionalisme pengemudi sangat diperlukan agar dapat bersaing dan mendapatkan penghasilan yang layak. Apabila ada pelatihan, diharapkan seluruh anggota dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh," tuntas Ika.

Sementara itu, Ditlantas Polda Sumut AKBP SL Widodo mengungkapkan betapa pentingnya peningkatan kompetensi, khususnya dalam profesi pengemudi.

Dari atas podium, AKBP Widodo menegaskan bahwa kemampuan seseorang tidak boleh stagnan, melainkan harus terus diupgrade dan dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman.

"Kondisi hari ini dan masa depan menghadirkan banyak tantangan baru, sehingga penguasaan kompetensi yang adaptif menjadi suatu keharusan," ujar AKBP Widodo.

Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari perilaku saat berkendara yang berdampak besar pada keselamatan dan efisiensi kerja.

Karena itu, ia mengapresiasi keberadaan RBPI yang secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas perilaku anggotanya melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.

"Hal ini tentu menjadi langkah positif yang mendukung keselamatan di jalan serta membangun citra profesional pengemudi," tegas AKBP Widodo.

Lebih jauh ia mengatakan, peningkatan kompetensi pengemudi bukan sekadar penguasaan teknis mengemudi, juga mencakup aspek sikap, etika, serta kemampuan berkomunikasi yang efektif.

"Kompetensi yang holistik akan menghasilkan pengemudi yang mampu menghadapi dinamika pekerjaan dengan lebih bijak dan bertanggung jawab," tandas AKBP Widodo.

Selanjutnya, AKBP Widodo berharap RBPI terus memfasilitasi dan mendorong anggotanya untuk mengikuti berbagai pelatihan, sertifikasi, dan program pengembangan sumber daya manusia lainnya.

"Dengan begitu, RBPI tidak hanya menjadi organisasi yang solid secara internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan dan perkembangan industri transportasi di Indonesia," tandas AKBP Widodo.

Staff Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Alfi Syahriza yang mendapat giliran naik mimbar, mengatakan para pengemudi yang tergabung dalam RBPI selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung perekonomian nasional.

"Mereka bukan hanya menjadi bagian penting dalam mata rantai pasok, juga berkontribusi secara nyata bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, keluarga besar RBPI patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya," kata Alfi.

Alfi berpesan agar selalu menjaga soliditas dan kekompakan. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, perjuangan para pengemudi akan terus terjaga dan semakin kuat.

"Teruslah meningkatkan potensi diri, kemampuan berkomunikasi, dan etika, serta menjadikan RBPI sebagai wadah pemberdayaan dan pembelajaran bersama," ungkap Alfi.

Adapun perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan, Alfiano menyampaikan data tentang jumlah tenaga kerja di Sumatera Utara mencapai 5 juta orang, namun masih terdapat sekitar 3 juta orang yang belum terlindungi dan belum mendapatkan kolaborasi perlindungan yang optimal.

"Berdasarkan data yang ada, di Sumatera Utara telah terjadi 54.300 kasus kecelakaan kerja dan 11.415 kasus jaminan kematian," ungkapnya.

Alfiano mengungkapkan suasana kebatinannya bahwa keberadaannya di acara Harlah ke-4 RBPI adalah karena kedua orang tua yang telah melahirkan dan mendidiknya sejak kecil. Terlebih karena sang ayah yang tidak lain adalah pengemudi.

"Ayah saya juga adalah seorang pengemudi. Oleh karena itu, saya sangat memahami perjuangan Bapak dan Ibu sekalian sebagai pengemudi, yang merupakan urat nadi perekonomian negara," tandas Alfiano.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK