Fakta Nasional

Redam Gejolak Global, Pemerintah Beri Stimulus Bea Masuk 0% untuk LPG Industri, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mengambil langkah taktis untuk melindungi industri nasional dari dampak ketidakpastian ekonomi global. Melalui paket stimulus ekonomi semester II 2026, pemerintah resmi menghapus tarif Bea Masuk (BM) untuk impor liquef…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 23 June 2026 📖 2 menit
Redam Gejolak Global, Pemerintah Beri Stimulus Bea Masuk 0% untuk LPG Industri, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang Pesawat
Pemerintah resmi menetapkan tarif Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG industri, bahan baku plastik, dan suku cadang pesawat demi menjaga daya saing industri nasional di tengah ketidakpastian global./Dok. Setpres
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mengambil langkah taktis untuk melindungi industri nasional dari dampak ketidakpastian ekonomi global.

Melalui paket stimulus ekonomi semester II 2026, pemerintah resmi menghapus tarif Bea Masuk (BM) untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) kebutuhan industri petrokimia, bahan baku plastik, hingga suku cadang pesawat terbang menjadi nol persen.

Kebijakan strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meringankan beban biaya produksi di dalam negeri. Selain itu, insentif ini diharapkan dapat menyediakan alternatif bahan baku pengganti nafta, di tengah situasi pasar dunia yang fluktuatif akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelonggaran tarif ini merupakan arahan langsung dari Presiden sebagai respons cepat terhadap dinamika global yang belum menentu.

“Arahan Bapak Presiden dengan ketidakpastian situasi, maka pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Nah, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Pemerintah Usulkan Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik, Ambisi Baru Tekan Ketergantungan Impor LPG

Dorong Efisiensi hingga Rp2,25 Triliun

Sebelum kebijakan ini diketuk, pemerintah memberlakukan tarif Bea Masuk impor LPG sebesar 5 persen. Dengan pemangkasan menjadi 0 persen, industri petrokimia diharapkan dapat langsung bernapas lega dari tekanan harga energi dunia.

Airlangga mengalkulasi, insentif fiskal ini berpotensi memicu efek domino yang positif bagi perekonomian nasional dengan nilai manfaat mencapai triliunan rupiah.

“Dengan ini, (Bea Masuk 0 persen) diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan efek multiplier efek atau efek pengganda yang bisa didorong,” kata dia.

Jaga Stabilitas Harga Pangan lewat Bahan Baku Plastik

Tidak hanya menyasar sektor energi petrokimia, stimulus kali ini juga membebaskan Bea Masuk untuk impor bahan baku plastik.

Langkah ini dinilai krusial mengingat plastik merupakan komponen utama dalam industri kemasan (packaging) makanan dan minuman di Indonesia.

Pemerintah berharap, pembebasan tarif ini mampu menekan biaya produksi hilir sehingga harga produk di tingkat konsumen tetap stabil dan inflasi dapat terjaga.

"Pemerintah mengharapkan dengan adanya bahan baku plastik yang 0 persen ini juga akan membantu terkait dengan inflasi, terutama hampir seluruh packaging makanan dibungkus dengan plastik sambil kita menunggu perkembangan daripada situasi," jelas Airlangga.

Angin Segar untuk Industri Penerbangan

Melengkapi paket stimulus semester II 2026, pemerintah turut menghapus Bea Masuk impor suku cadang pesawat.

Kebijakan ini ditujukan untuk mendongkrak daya saing maskapai penerbangan nasional serta memperkuat ekosistem industri perawatan pesawat di dalam negeri.

“Pemerintah juga terus mendorong untuk impor suku cadang pesawat ini diturunkan menjadi 0 persen. Ini juga untuk mendukung industri penerbangan dan industri MRO (maintenance, repair, and operations) agar daya saing industri MRO juga lebih bisa ditingkatkan,” pungkas Airlangga.

Baca Juga: Dirjen Migas Pastikan Pasokan BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK