Refly Harun Bergerak ke Tengah, Sinyal Merapat ke Pemerintah?
FAKTANASIONAL.NET - Kemarin, saya kira, Fahri Hamzah yang keren cadas. Mau diundang Refly Harun di talkshow Keren Cadas, Channel YouTube-nya. Ternyata, Refly-lah yang keren cadas, karena mau mengundang Fahri ke Channelnya. Sebab, setelah mengundang…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kemarin, saya kira, Fahri Hamzah yang keren cadas. Mau diundang Refly Harun di talkshow Keren Cadas, Channel YouTube-nya. Ternyata, Refly-lah yang keren cadas, karena mau mengundang Fahri ke Channelnya.
Sebab, setelah mengundang Fahri Hamzah, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman, Refly Harun kemudian mengundang Mohammad Qodari, Kepala Bakom, sebagai narasumber di talkshow Keren Cadas.
Artinya, yang berubah bukannya Fahri Hamzah atau Mohammad Qodari, melainkan Refly Harun itu sendiri. Refly terlihat mulai bergerak ke tengah. Mulai netral, proporsional, atau istilah jurnalistiknya, berimbang.
Talkshow YouTube Refly Harun, Keren Cadas, tidak lagi hanya mengundang orang-orang yang mengkritisi Pemerintah, tapi juga mengundang dari perwakilan² pemerintah itu sendiri. Fahri dan Qodari adalah bukti.
Entah apa latar belakang perubahan sikap Refly Harun yang mulai bergerak ke tengah ini? Apakah sinyal Refly akan masuk ke dalam pemerintahan? Atau, posisinya sudah terdesak di luar, hingga harus masuk ke dalam?
Dalam podcast bersama Qodari, Refly memang agak menyinggung tipis-tipis, apakah dia bisa ditarik Qodari ke dalam? Qodari langsung menyambar bola lambung dari Refly itu, dengan mengatakan, sangat bisa sekali.
Semoga saja sinyal Refly Harun mau bergabung ke pemerintahan itu hanya guyonan belaka? Tapi, itu hak pribadi dari sikap politik Refly sendiri. Siapa yang bisa melarang. Toh, Cak Imin saja sudah masuk sejak awal?
Tapi kalau boleh usul, bergerak ke tengah bagi seorang Refly Harun agaknya lebih pas. Posisi ini tidak banyak ditempati orang saat ini. Kalau bergabung sudah cukup banyak. Dan kalau akhirnya masuk, siap-siap mendapat kecaman sebagai penjilat dari para netizen. (ERIZAL)
Sumber: FB @Erizal.Sastra
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.