Fakta Nasional

Rekor Harga Emas Antam Tembus Batas

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pergerakan harga emas kembali mencuri perhatian para investor dan analis pasar global. Pada Kamis (3/4/2025), harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung naik sebesar Rp17.000…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 03 April 2025 📖 1 menit
Rekor Harga Emas Antam Tembus Batas
Rekor Harga Emas Antam Tembus Batas/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pergerakan harga emas kembali mencuri perhatian para investor dan analis pasar global.

Pada Kamis (3/4/2025), harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk di butik LM Graha Dipta Pulo Gadung naik sebesar Rp17.000 per gram, mencapai level rekor baru di angka Rp1.836.000 per gram.

Lonjakan ini menjadi sorotan utama karena mengalahkan catatan sebelumnya serta selaras dengan tren apresiasi emas global yang juga mencatat harga tertinggi sepanjang sejarah.

Kenaikan harga emas saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Berbagai faktor global turut memengaruhi sentimen pasar, seperti ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan tarif baru oleh pemerintah AS dan dinamika geopolitik yang membuat aset safe haven seperti emas semakin diminati.

Menurut data Refinitiv, harga emas dunia pun mencatat kenaikan signifikan dengan harga US$3.133 per troy ons pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan ini dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi yang membuat investor berbondong-bondong beralih ke investasi yang lebih aman dan teruji.

Tidak hanya berpengaruh di pasar domestik, apresiasi harga emas juga memberikan dampak luas terhadap perdagangan internasional.

Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, emas terbukti menjadi instrumen keuangan yang stabil.

Pembelian emas Antam kini tidak hanya diminati oleh masyarakat, tetapi juga oleh investor internasional yang mencari perlindungan nilai aset.

Kebijakan tarif yang diumumkan oleh Presiden AS semakin menambah tekanan di sektor ekonomi global, sehingga emas kembali menjadi primadona sebagai aset safe haven.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi portofolio investasi, terutama di masa ketidakpastian ekonomi global.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK