Fakta Nasional

Rekrutmen PDAM Pontianak Dipersoalkan, Peserta Soroti Nilai Tes dan Dugaan “Titipan”

FAKTANASIONAL.NET - Proses rekrutmen pegawai Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak kembali menjadi sorotan. Sejumlah peserta mempertanyakan transparansi seleksi yang sebelumnya diklaim berlangsung terbuka dan bebas titipan. Persoalan yang d…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 October 2026 📖 2 menit
Rekrutmen PDAM Pontianak Dipersoalkan, Peserta Soroti Nilai Tes dan Dugaan “Titipan”
Rekrutmen PDAM Pontianak Dipersoalkan, Peserta Soroti Nilai Tes dan Dugaan “Titipan”/(Ig:faktakalba)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Proses rekrutmen pegawai Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak kembali menjadi sorotan. Sejumlah peserta mempertanyakan transparansi seleksi yang sebelumnya diklaim berlangsung terbuka dan bebas titipan.

Persoalan yang disampaikan peserta mencakup keterbukaan nilai, penggunaan telepon seluler pribadi saat tes, hingga dugaan adanya peserta tertentu yang telah dipersiapkan untuk lolos.

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak memperoleh informasi nilai secara langsung setelah mengikuti tahapan tes tertentu.

“Tidak ada nilainya. Kita cuma tahu lulus atau tidak lulus. Bagaimana mau membandingkan dengan peserta lain,” ujar peserta tersebut kepada Fakta Kalbar, dikutip dari Fakta Kalbar.

Peserta lainnya juga mempertanyakan perbedaan mekanisme antara tahapan seleksi sebelumnya dan tahap berikutnya. Jika sebelumnya hasil tes dapat diketahui melalui sistem, pada tahap yang dipersoalkan peserta mengaku harus datang ke lokasi panitia di Universitas Tanjungpura untuk melihat nilai melalui laptop milik panitia.

Kekhawatiran lain muncul karena peserta pada salah satu tahapan diperbolehkan menggunakan perangkat dan kuota internet pribadi. Posisi peserta yang berdekatan juga dinilai membuka kemungkinan komunikasi selama tes.

“Peserta menggunakan HP sendiri. Duduknya juga berdekatan. Kalau ada yang mengirim jawaban lewat HP sebenarnya bisa saja, tetapi memang sulit membuktikannya,” kata sumber tersebut, dikutip dari Fakta Kalbar.

Pada 5 Oktober 2026 diberitakan sebanyak 588 peserta mengikuti tes tahap kedua di Aula Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Peserta kemudian diseleksi berdasarkan pemeringkatan hasil ujian untuk disaring menjadi 160 peserta.

Di tengah proses tersebut, muncul pula dugaan adanya peserta “titipan”. Peserta mempertanyakan informasi mengenai seseorang dengan nilai tertentu yang disebut tidak lolos, sementara peserta dengan nilai berbeda justru dinyatakan lulus.

“Kalau nilai kita saja tidak bisa dilihat, bagaimana mau tahu peserta lain? Bagaimana mau membandingkan?” ujar peserta tersebut.

Sementara itu, PT Mardani Mulya Cemerlang membantah adanya kecurangan maupun peserta titipan. PIC PT Mardani Mulya Cemerlang, Dody Triasmara, menyatakan peserta dapat mengetahui nilai masing-masing melalui sistem. Panitia juga menyediakan posko pengaduan dan konsultasi nilai.

Dody menjelaskan tes CAT pada 3–4 Oktober 2026 di Universitas Tanjungpura diawasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat.

Ia menyebut seleksi menggunakan passing grade dan pemeringkatan. Tahapan berikutnya meliputi psikotes, analisis, wawancara sikap dan perilaku, serta penulisan esai. Sebanyak 162 peserta mengikuti wawancara sebelum disaring menjadi 60 peserta yang direkomendasikan kepada Perumda.

Terkait dugaan intervensi, Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak, Agus Darius, disebut telah menegaskan tidak ada tekanan maupun titipan dalam penerimaan pegawai.

Dody juga menyatakan proses mengacu pada Permendagri Nomor 23 Tahun 2024, termasuk ketentuan mengenai nepotisme dan hubungan kekeluargaan. Panitia meminta masyarakat dan Ombudsman ikut mengawal seleksi.

Namun, peserta yang dikonfirmasi kembali Fakta Kalbar menyatakan nilai pada tahap yang dipersoalkan tidak langsung terlihat melalui sistem. Peserta mengaku harus mendatangi panitia karena banyak protes terkait nilai. Keterangan ini menjadi pertanyaan lanjutan terhadap klaim panitia mengenai akses nilai peserta.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK