Respons Outlook Negatif Fitch, Menkeu Purbaya Berencana Temui Investor Global pada April Mendatang
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadwalkan kunjungan kerja ke luar negeri pada April 2026 untuk melakukan pertemuan dengan investor dan lembaga internasional. Langkah ini diambil sebagai respons atas keputusan lembaga pem…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadwalkan kunjungan kerja ke luar negeri pada April 2026 untuk melakukan pertemuan dengan investor dan lembaga internasional.
Langkah ini diambil sebagai respons atas keputusan lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings, yang memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Purbaya menilai perubahan persepsi tersebut kemungkinan dipicu oleh masa transisi pemerintahan serta profil dirinya yang tergolong baru menjabat sebagai bendahara negara.
“Mungkin kan masih pemerintahan baru dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan nggak bisa hitung. Jadi itu salah saya juga karena saya nggak pernah ke luar negeri,” ujar Purbaya dalam acara buka bersama di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Strategi "Marketing" Ekonomi Nasional
Baca Juga: Antisipasi Geopolitik Timur Tengah: OJK Ingatkan Sektor Keuangan RISejak dilantik, Purbaya mengakui belum pernah melakukan safari luar negeri untuk berdialog langsung dengan pelaku pasar global.
Awalnya, ia menargetkan kunjungan internasional baru akan dilakukan setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh angka 6 persen. Namun, dinamika pasar saat ini memaksa pemerintah untuk lebih proaktif melakukan klarifikasi teknis.
“Jadi itu kesalahan saya juga karena saya engga pernah keluar negeri kan. Saya pikir tadinya sebelum Indonesia tumbuh 6 persen, saya ga akan keluar negeri. Tapi sekarang mesti berubah, saya mesti marketing juga keadaan kita seperti apa,” katanya.
Momentum Spring Meetings IMF-World Bank
Kunjungan kerja tersebut diproyeksikan bertepatan dengan agenda IMF-World Bank Spring Meetings di Washington, D.C., Amerika Serikat.
Momentum ini akan dimanfaatkan untuk menjelaskan keberlanjutan kebijakan fiskal Indonesia serta memberikan kepastian kepada investor mengenai kesehatan fundamental ekonomi nasional di bawah kepemimpinan baru.
Upaya ini diharapkan dapat memperbaiki outlook utang Indonesia dan menjaga kepercayaan pasar terhadap surat berharga negara di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.