Fakta Nasional

RS Medistra Jakarta Sebut Tak Mengetahui Motif Dokter Diani

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pihak Rumah Sakit (RS) Medistra buka suara terkait isu yang beredar di media sosial terkait dugaan tindakan diskriminasi bagi tenaga kesehatan (makes) yang mengenakan hijab. Kepala HRD RS Medistra Markus Triyono mengatak…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 05 September 2024 📖 1 menit
RS Medistra Jakarta Sebut Tak Mengetahui Motif Dokter Diani
RS Medistra Jakarta Selatan mengadakan konferensi pers guna mengklarifikasi dugaan tindak diskriminasi menggunakan hijab/ald
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pihak Rumah Sakit (RS) Medistra buka suara terkait isu yang beredar di media sosial terkait dugaan tindakan diskriminasi bagi tenaga kesehatan (makes) yang mengenakan hijab.

Kepala HRD RS Medistra Markus Triyono mengatakan, isu tersebut beredar karena adanya kesalahpahaman saat proses interview calon pegawai.

Ia pun tak mengetahui apa motif dari dokter Diani Kartini dengan mengunggah isu di media sosial yang membuat nama rumah sakit tercoreng. Padahal doketer Diani Kartini sudah bekerja di RS Medistra sejak tahun 2010.

"Dokter Diani berhijab, dan kami tidak pernah mempermasalahkan," kata Markus.

Untuk menyelesaikan permasalahan isu yang berkembang, pihak RS Medistra pun mengaku sudah berkunjung ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat dan Jakarta Selatan.

"Tujuannya untuk tabayun, meminta arahan," pungkasnya.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), dr. Irwan Heriyanto menyayangkan atas isu dugaan diskriminasi pelarangan menggunakan hijab yang viral di media sosial.

Mendengar kabar itu, Irwan mengaku langsung berkoordinasi dengan RS Medistra untuk menanyakan kebenaran dan duduk permasalahannya.

Hal itu dilakukan Irwan agar permasalahan dapat terselesaikan, sehingga RS Medistra dapat beroperasi kembali seperti sebelumnya.

"Kami menyayangkan berita yang sudah tidak membuat nyaman ini, kami berharap ini cepat selesai dan Medistra bisa kembali beroperasi seperti sebelumnya," harap dia.

Sebelumnya, beredar luas di media sosial (medsos) dugaan adanya tindakan diskriminatif terhadap tenaga kesehatan (Nakes) yang menggunakan berhijab di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Hal itu pun sontak memicu reaksi keras dari berbagai pihak seperti, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR RI, DPRD DKI Jakarta dan juga masyarakat muslim.

Kasus ini mencuat setelah beredar surat dari DR. dr. Diani Kartini SpB, subsp.Onk(K), yang menyebut adanya pertanyaan dalam wawancara penerimaan tenaga medis di RS Medistra, mengenai kesediaan membuka hijab jika diterima bekerja di sana.[ald]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK