Rupiah Anjlok ke Rp17.000: Gubernur BI Ungkap Sentimen Domestik dan Global
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS mengalami tekanan hebat hingga hampir menyentuh level psikologis Rp17.000. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mendalam terkait fenomena pelemahan ini m…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS mengalami tekanan hebat hingga hampir menyentuh level psikologis Rp17.000.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mendalam terkait fenomena pelemahan ini melalui konferensi pers virtual pada Rabu (21/1/2026). Ia menyebutkan ada perpaduan faktor internal dan eksternal yang memicu volatilitas pasar uang saat ini.
Salah satu pemicu utama dari sisi domestik adalah persepsi negatif pasar terhadap kondisi fiskal serta proses seleksi Deputi Gubernur BI. Nama Thomas Djiwandono, yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, masuk dalam bursa calon bersama Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro.
Meski Perry menjamin bahwa proses ini profesional dan sesuai undang-undang, pelaku pasar tetap menunjukkan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral, yang berdampak pada derasnya aliran modal asing keluar (outflow) mencapai 1,6 miliar Dolar AS.
Di sisi lain, faktor global juga tidak kalah berpengaruh. Ketidakpastian geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat telah mendorong penguatan Dolar AS secara signifikan.
Selain itu, minimnya peluang penurunan suku bunga The Fed membuat investor cenderung memindahkan modal dari negara berkembang ke pasar maju. Perry menegaskan BI akan terus melakukan intervensi guna menjaga stabilitas nilai tukar dengan memanfaatkan fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.