Fakta Nasional

Rupiah Melemah hingga Sentuh Level Rp17.217 per Dolar AS

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada Senin, 7 April 2025, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan di pasar spot exchange. Data dari Bloomberg mencatat bahwa pada pukul 09.16 WIB, rupiah tersentuh di level Rp17.217 per dolar AS. Kondisi ini ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 07 April 2025 📖 1 menit
Rupiah Melemah hingga Sentuh Level Rp17.217 per Dolar AS
Rupiah Melemah/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada Senin, 7 April 2025, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan di pasar spot exchange.

Data dari Bloomberg mencatat bahwa pada pukul 09.16 WIB, rupiah tersentuh di level Rp17.217 per dolar AS.

Kondisi ini kemudian semakin memburuk hingga pukul 12.05 WIB, ketika nilai rupiah tertekan lebih jauh menjadi Rp16.835 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 183 poin atau 1,10%.

Fenomena pelemahan rupiah ini memicu keprihatinan di kalangan pelaku pasar dan investor, mengingat respons negatif sejumlah negara atas kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Analis pasar uang, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa pengumuman tarif dari Presiden AS memicu reaksi kurang positif dari negara-negara terdampak.

Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi global, khususnya di tengah memanasnya perang dagang dan ketidakpastian geopolitik.

Permintaan terhadap aset safe haven semakin mendorong investor untuk memilih dolar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah semakin meningkat.

Pelemahan nilai tukar rupiah juga dipicu oleh laporan tenaga kerja nonfarm payrolls dari AS yang menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan.

Hal ini turut mendorong penguatan dolar yang menyebabkan tekanan tambahan pada mata uang Indonesia.

Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur semakin memperburuk sentimen negatif pasar terhadap aset berisiko.

Meskipun demikian, para analis menyatakan bahwa jika negosiasi perdagangan berhasil meredakan ketegangan, ada peluang pemulihan bagi harga aset berisiko, termasuk rupiah.

Kondisi ini menempatkan nilai tukar rupiah sebagai indikator penting dalam menentukan arah investasi selanjutnya.

Para pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau dinamika global, karena faktor eksternal seperti kebijakan tarif dan konflik geopolitik dapat memberikan dampak yang signifikan pada kestabilan ekonomi Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK