Fakta Nasional

Rupiah Menguat ke Rp 16.798 per Dolar AS pada Senin Pagi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Senin, 21 April 2025, pagi ini. Data Bloomberg pukul 09.37 WIB mencatat rupiah diperdagangkan di Rp 16.798 per dolar AS, menguat 78,5 poin atau 0,46% dibanding akhir pekan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 21 April 2025 📖 1 menit
Rupiah Menguat ke Rp 16.798 per Dolar AS pada Senin Pagi
/(ilustrasi/@pixabay
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Senin, 21 April 2025, pagi ini.

Data Bloomberg pukul 09.37 WIB mencatat rupiah diperdagangkan di Rp 16.798 per dolar AS, menguat 78,5 poin atau 0,46% dibanding akhir pekan lalu.

Pergerakan ini menambah catatan positif setelah rupiah menguat tipis 0,02% ke level Rp 16.834 pada Jumat (18/4) dan IHSG ditutup menguat 0,60% menjadi 6.438,27.

Penguatan rupiah pagi ini didorong oleh masuknya dana asing ke pasar saham dan obligasi domestik. Kepulangan modal asing memicu permintaan beli rupiah, khususnya di pasar spot.

Data inflasi dan neraca perdagangan kuartal I juga menunjukkan stabilitas, menambah kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, ekspektasi laju suku bunga acuan tetap ditekan, meski Bank Indonesia menegaskan kesiapan menyesuaikan kebijakan moneter sesuai kebutuhan.

Saat rupiah menguat, IHSG sempat dibuka hijau namun bergejolak dan pada pukul 09.46 WIB melemah 0,22% ke level 6.425. Volatilitas ini mencerminkan rotasi portofolio investor antara aset saham dan obligasi.

Indeks obligasi naik 0,11%, sementara imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun menurun stabil di 6,95%, membuat instrumen fixed income semakin menarik.

Kombinasi rupiah kuat dan yield SBN yang kompetitif berpotensi memikat aliran modal baru, menstabilkan pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

Secara keseluruhan, penguatan rupiah dan reli pasar obligasi memberikan ruang bagi investor untuk menyeimbangkan portofolio.

Namun, tetap waspada terhadap data ekonomi global dan kebijakan moneter utama yang dapat memengaruhi aliran modal ke Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK