Fakta Nasional

Rupiah Tembus Level Terendah Sejarah di Rp17.310 per Dolar AS, Bank Indonesia Perkuat Intervensi

FAKTANASIONAL.NET – Tekanan terhadap mata uang Garuda kian memuncak. Nilai tukar Rupiah tercatat menembus level terlemah sepanjang sejarah pada perdagangan Kamis siang (23/4/2026). Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah bertengger di posisi Rp17.310 per…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 23 April 2026 📖 2 menit
Rupiah Tembus Level Terendah Sejarah di Rp17.310 per Dolar AS, Bank Indonesia Perkuat Intervensi
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi bergerak menguat ke level Rp18.070 per dolar AS menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS./Foto : Istimewa
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Tekanan terhadap mata uang Garuda kian memuncak. Nilai tukar Rupiah tercatat menembus level terlemah sepanjang sejarah pada perdagangan Kamis siang (23/4/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah bertengger di posisi Rp17.310 per Dolar AS, melemah 0,74 persen dari perdagangan sebelumnya.

Angka ini menandai titik terendah baru sejak krisis moneter, yang dipicu oleh kombinasi ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya situasi geopolitik dunia.

Pemicu Tekanan Global

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan bahwa kondisi ini tidak dialami oleh Indonesia sendirian.

Mata uang di kawasan regional juga mengalami tekanan serupa akibat dinamika pasar global yang tidak menentu.

“Tekanan terhadap Rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional,” ujar Destry Damayanti dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Destry menambahkan bahwa jika dilihat secara year-to-date, pelemahan Rupiah tercatat sebesar 3,54 persen, sebuah pergerakan yang dinilai masih sejalan dengan tren mata uang negara-negara tetangga.

Strategi Stabilisasi Bank Indonesia

Guna meredam fluktuasi yang terlalu tajam, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi melalui berbagai instrumen moneter.

BI mengandalkan cadangan devisa yang masih tergolong solid untuk melakukan intervensi di pasar.

“Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Cadangan devisa tetap kuat sebesar 148,2 miliar Dolar AS pada akhir Maret 2026,” jelas Destry.

Selain intervensi langsung, BI juga melakukan penyesuaian pada struktur suku bunga instrumen moneter yang bersifat pro-market.

Langkah ini diambil untuk memastikan aset domestik tetap memiliki daya tarik di mata investor global, terutama di tengah kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah.

Kehadiran BI di Pasar Keuangan

Menutup keterangannya, Destry menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memantau situasi dengan ketat dan tidak akan membiarkan nilai tukar bergerak tanpa kendali yang terukur.

“Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur,” tandasnya.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar dan industri dalam negeri, mengingat level Rp17.000 merupakan ambang psikologis baru yang memberikan tantangan bagi biaya impor dan stabilitas harga barang di tingkat domestik.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK