Fakta Nasional

Rupiah Tembus Rp17.600, Celios Bantah Prabowo soal Warga Desa Tak Terdampak Dolar

FAKTANASIONAL.NET - Menyikapi nilai tukar Rupiah yang semakin terperosok hingga menyentuh angka Rp17.600 per Dolar AS, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, melontarkan peringatan keras. Berdasarkan wawanc…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 17 May 2026 📖 1 menit
Rupiah Tembus Rp17.600, Celios Bantah Prabowo soal Warga Desa Tak Terdampak Dolar
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi bergerak menguat ke level Rp18.070 per dolar AS menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS./Foto : Istimewa

FAKTANASIONAL.NET - Menyikapi nilai tukar Rupiah yang semakin terperosok hingga menyentuh angka Rp17.600 per Dolar AS, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, melontarkan peringatan keras.

Berdasarkan wawancaranya yang dikutip oleh RMOL di Jakarta pada Sabtu (16/5/2026), Bhima menegaskan bahwa merosotnya mata uang Garuda ini akan membawa efek domino yang mematikan, bahkan hingga ke pelosok pedesaan.

Pernyataan ini sekaligus merespons pandangan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, yang sempat berujar warga desa tak perlu pusing memikirkan fluktuasi Dolar AS saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.

Bhima secara terang-terangan menepis anggapan bahwa masyarakat pedesaan sama sekali kebal terhadap dinamika mata uang asing. Menurutnya, keseharian warga di daerah pun amat lekat dengan beragam produk yang memiliki komponen impor.

Ia mencontohkan berbagai barang krusial mulai dari telepon seluler, kendaraan bermotor, perangkat elektronik rumah tangga, hingga alat-alat pertanian.

Bahkan, kebutuhan fundamental petani seperti pupuk yang didistribusikan ke berbagai sentra pertanian akan mengalami lonjakan harga jika nilai Rupiah terus-menerus kalah saing terhadap Dolar AS. Fakta ini mematahkan asumsi bahwa hanya warga yang rutin ke luar negeri yang akan terimbas.

Lebih jauh, Bhima memprediksi bahwa hantaman terhadap roda ekonomi pedesaan sejatinya hanyalah persoalan waktu. Kenaikan harga barang-barang pokok dan penunjang aktivitas sehari-hari akibat depresiasi Rupiah perlahan tapi pasti akan mencekik warga.

Tingginya biaya hidup ini dipastikan memukul telak daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Situasi finansial yang kian terjepit menuntut kepekaan ekstra dari para pemangku kebijakan agar tak berujung pada krisis merata di seluruh pelosok negeri.

Apabila tidak ada intervensi strategis secepatnya, tekanan harga tersebut benar-benar akan memberatkan pundak masyarakat desa.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK