Fakta Nasional

Rupiah Tertekan, IHSG Justru Menjajal Zona Hijau

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Perdagangan Senin (7/7/2025) sore menyaksikan rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.59 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot exchange tercatat di level Rp 16.239…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 08 July 2025 📖 1 menit
Rupiah Tertekan, IHSG Justru Menjajal Zona Hijau
/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Perdagangan Senin (7/7/2025) sore menyaksikan rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.59 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot exchange tercatat di level Rp 16.239 per dolar AS, melemah 54,5 poin atau 0,34% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.

Pelambatan rupiah tidak terjadi sendirian, melainkan sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang terkoreksi 0,57%, dolar Singapura turun 0,36%, dan dolar Taiwan merosot 0,43%.

Won Korea Selatan melemah 0,56%, peso Filipina turun 0,47%, hingga rupee India yang anjlok 0,71%. Sementara itu, ringgit Malaysia justru naik tipis 0,14% dan dolar Hong Kong stabil di level 0,01%.

Di tengah tekanan mata uang, pasar saham domestik tampil lebih optimistis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi akhir perdagangan hari ini dengan penguatan 0,52% atau setara 35,73 poin ke level 6.900,90.

Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 6.844 hingga 6.900, menandakan adanya selisih pandangan pelaku pasar antara sentimen global dan fundamental domestik.

Pandangan analis menyoroti peran faktor eksternal—khususnya kekuatan dolar AS—yang masih dominan, namun di sisi lain, sentimen positif kinerja korporasi dan data ekonomi dalam negeri menjadi penopang.

Ke depan, pergerakan rupiah dan IHSG bisa berfluktuasi tinggi, tergantung rilis data inflasi AS, keputusan The Fed, serta perkembangan domestik seperti kebijakan fiskal dan neraca perdagangan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK