Fakta Nasional

Saham Barang Mewah Ini Anjlok 6,2 Persen, Investor Langsung Panik!

FAKTANASIONAL.NET - Saham perusahaan barang mewah asal Prancis, Hermes, mengalami penurunan tajam hingga 6,2 persen pada penutupan perdagangan bursa Eropa, Senin (22/6/2026). Pelemahan tersebut menjadi yang terbesar sejak pertengahan April lalu dan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 24 June 2026 📖 2 menit
Saham Barang Mewah Ini Anjlok 6,2 Persen, Investor Langsung Panik!
Saham Barang Mewah Ini Anjlok 6,2 Persen, Investor Langsung Panik!/(Pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Saham perusahaan barang mewah asal Prancis, Hermes, mengalami penurunan tajam hingga 6,2 persen pada penutupan perdagangan bursa Eropa, Senin (22/6/2026).

Pelemahan tersebut menjadi yang terbesar sejak pertengahan April lalu dan dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan margin keuntungan perusahaan pada laporan keuangan semester pertama tahun ini.

Menurut laporan yang dikutip dari berbagai sumber pasar keuangan internasional, Hermes dijadwalkan mengumumkan kinerja semester pertama 2026 pada 29 Juli mendatang sebelum pasar dibuka.

Menjelang publikasi laporan tersebut, sejumlah analis mulai merevisi proyeksi mereka terkait profitabilitas perusahaan.

Analis Kepler Cheuvreux, Charles-Louis Scotti, menilai hasil keuangan Hermes kemungkinan menunjukkan gambaran yang beragam.

Di satu sisi, pertumbuhan penjualan diperkirakan mengalami perbaikan secara bertahap. Namun di sisi lain, margin laba operasional diprediksi turun sekitar 100 basis poin atau setara satu poin persentase.

Scotti menjelaskan bahwa penyusutan margin dipengaruhi oleh biaya tetap yang belum terserap secara optimal serta tekanan dari pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Ia juga memangkas estimasi laba bersih dan laba per saham Hermes pada semester pertama menjadi sekitar 4 persen di bawah konsensus pasar.

Meski prospek margin menjadi perhatian utama investor, kondisi fundamental Hermes dinilai masih cukup solid.

Scotti menegaskan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas bebas atau free cash flow diperkirakan tetap berada pada level yang kuat.

Selain faktor operasional, tambahan beban pajak di Prancis yang lebih banyak dibukukan pada paruh pertama tahun ini turut memengaruhi revisi proyeksi laba perusahaan.

Sentimen negatif terhadap Hermes juga merembet ke sektor barang mewah Eropa secara keseluruhan. Indeks saham barang mewah Eropa milik Goldman Sachs tercatat turun 2,9 persen, menjadi penurunan harian terbesar sejak 11 Mei.

Sejumlah emiten lain di sektor yang sama ikut terkoreksi, di antaranya LVMH yang turun 2,4 persen, Richemont melemah 1,6 persen, Pandora kehilangan 3,2 persen, Moncler turun 3,8 persen, Burberry terkoreksi 3,3 persen, dan Brunello Cucinelli merosot 3,4 persen.

Kondisi ini menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek industri barang mewah global menjelang musim laporan keuangan semester pertama.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK