Saham BYAN Anjlok Usia Rumor Akuisisi Haji Isam
FAKTANASIONAL.NET - Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merosot tajam pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, setelah beredar kabar bahwa perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, Jhonlin Grup, berencana mengakuisisi…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) merosot tajam pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, setelah beredar kabar bahwa perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, Jhonlin Grup, berencana mengakuisisi saham perseroan.
Mengutip detikFinance, berdasarkan data RTI Business, saham BYAN turun 6,95% menjadi Rp16.075 per saham hingga penutupan sesi I.
Tekanan jual bahkan membuat saham BYAN sempat anjlok 14,91% ke level Rp14.700 pada awal perdagangan, dibandingkan posisi penutupan Selasa (18/8/2026) di Rp17.275 per saham.
Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Volume transaksi saham BYAN tercatat mencapai 3,79 juta saham dengan nilai Rp61,63 miliar.
Sementara itu, frekuensi perdagangan mencapai 5.251 kali hingga sesi I berakhir.
Penurunan tersebut terjadi setelah saham BYAN sebelumnya mencatat penguatan cukup besar. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham tersebut telah naik 33,68%.
Kenaikan serupa juga tercatat dalam akumulasi satu bulan, sementara dalam tiga bulan terakhir saham BYAN menguat 35,65%.
Kabar mengenai rencana akuisisi Jhonlin Grup kemudian mendapat klarifikasi dari manajemen Bayan Resources.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan setelah perdagangan Selasa (18/8/2026) pukul 18.56 WIB, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan saham tersebut.
Manajemen juga mengaku tidak memiliki informasi mengenai pihak yang terlibat, struktur transaksi, maupun jumlah saham yang disebut akan dibeli.
Namun, pemegang saham pengendali BYAN tetap membuka kemungkinan melakukan investasi.
"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis Jenny dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (19/8/2026).[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.