Saham GOTO Terjun ke Level Gocap, Danantara Justru Diam-Diam Lakukan Akumulasi
FAKTANASIONAL.NET - Kinerja saham emiten teknologi raksasa Tanah Air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), harus kembali merasakan pahitnya terjerembab ke level terendah. Di papan utama Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham perusahaan ride-hailing i…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kinerja saham emiten teknologi raksasa Tanah Air, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), harus kembali merasakan pahitnya terjerembab ke level terendah.
Di papan utama Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham perusahaan ride-hailing ini tertahan kaku di harga Rp50 per lembar. Meskipun sempat menunjukkan perlawanan pada sesi perdagangan awal, tekanan jual yang terlampau masif membuat harga tertekan.
Mengacu pada ringkasan data transaksi broker, gelombang aksi lepas investor tampak jelas dari antrean jual yang mencapai 12,7 miliar lembar saham atau sekitar 127 juta lot.
Tumpukan pesanan ini terkonsentrasi pada rentang harga Rp50 hingga Rp67, menghasilkan nilai antrean fantastis yang menembus kisaran Rp700 miliar.
Penurunan saham ini ditengarai kuat sebagai respons pasar atas kebijakan baru terkait pemotongan komisi aplikator yang dibatasi maksimal delapan persen oleh pemerintah.
Di tengah anjloknya harga saham di bursa, sebuah manuver mengejutkan datang dari Badan Pengelola Investasi Danantara. CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi di Istana Kepresidenan pada Selasa (5/5/2026) bahwa institusinya telah secara bertahap masuk dan mengoleksi kepemilikan saham GOTO.
Langkah strategis ini membawa misi khusus pemerintah untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol).
Intervensi pemerintah melalui Danantara terbukti membuahkan hasil bagi mitra pengemudi. Berbagai fasilitas krusial seperti jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan kini dialokasikan dari dana pemasaran perusahaan. Selain itu, strategi "bakar uang" berhasil dialihkan menjadi Bantuan Hari Raya (BHR) ganda bagi pengemudi.
Pihak manajemen GoTo sendiri menyambut positif masuknya investasi Danantara yang porsinya di bawah satu persen tersebut sebagai refleksi kepercayaan fundamental jangka panjang perusahaan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.