Fakta Nasional

Saham Haji Isam Naik 70% dalam Sepekan, TEBE Masuk Pengawasan UMA BEI

FAKTANASIONAL.NET - Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten sektor energi yang dikendalikan oleh pengusaha Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatat kenaikan harga cukup tajam dalam beber…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 24 August 2026 📖 1 menit
Saham Haji Isam Naik 70% dalam Sepekan, TEBE Masuk Pengawasan UMA BEI
Gebrakan Pasar! Haji Isam Guyur Rp936 Miliar Borong Saham Emiten Nikel PACK/(Foto: ANTARA)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), emiten sektor energi yang dikendalikan oleh pengusaha Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatat kenaikan harga cukup tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pada 23 Agustus 2026, informasi mengenai status tersebut menjadi sorotan setelah BEI menetapkan saham TEBE sebagai Unusual Market Activity (UMA). Langkah itu dilakukan menyusul pergerakan harga saham yang dinilai berada di luar pola perdagangan biasanya.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, harga saham TEBE melonjak sekitar 70 persen dalam beberapa hari sebelum masuk daftar UMA. Hingga penutupan perdagangan Jumat (21/8), saham tersebut berada di level Rp1.750 per lembar.

Dengan harga tersebut, kapitalisasi pasar TEBE tercatat sekitar Rp2,25 triliun. BEI kini mengawasi pola transaksi saham tersebut dan meminta investor mencermati berbagai informasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor juga diminta memperhatikan penjelasan perusahaan tercatat, perkembangan kinerja, keterbukaan informasi terbaru, serta rencana aksi korporasi yang belum memperoleh persetujuan pemegang saham.

Meski demikian, BEI menegaskan bahwa masuknya TEBE dalam daftar UMA tidak otomatis berarti telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal.

Saat ini, PT Dua Samudera Perkasa, perusahaan yang dimiliki Haji Isam, menguasai sekitar 76,91 persen saham TEBE. Sementara itu, kepemilikan investor publik secara agregat mencapai 23,08 persen.

Adapun GT Denny Ramdhani tercatat memiliki sekitar 0,01 persen saham perusahaan.

Status UMA menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati membaca lonjakan harga, dengan mempertimbangkan informasi fundamental dan keterbukaan perusahaan, bukan semata-mata mengikuti momentum kenaikan saham.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK