Sandri Rumanama Dorong Polri Usut Tuntas Kasus Pencurian Kabel Bawah Laut Telkom di Belitung
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis nasional yang didapuk menjadi Direktur Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, mendesak aparat Polri mengusut tuntas kasus dugaan pencurian kabel bawah laut Telkom di Belitung. Pelaku utama pencurian diduga…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis nasional yang didapuk menjadi Direktur Haidar Alwi Institute (HAI), Sandri Rumanama, mendesak aparat Polri mengusut tuntas kasus dugaan pencurian kabel bawah laut Telkom di Belitung.
Pelaku utama pencurian diduga bernama Karsono, dan kabarnya sudah sempat ditangkap aparat TNI AL saat patroli laut, namun malah dibebaskan kembali.
Menyikapi hal ini, Sandri Rumanama meminta agar Polri turun tangan dalam mengusut kasus pencurian kabel bawah laut Telkom tersebut, agar keadilan hukum benar-benar ditegakkan.
"Prinsipnya kita harus konsisten bahwa Indonesia adalah negara hukum. Makanya aparat penegak hukum dalam hal ini polisi harus turun tangan menindak pelaku pencurian. Siapa pun dia kalau melanggar hukum harus ditindak sesuai hukum, gitu loh," kata Sandri kepada awak media, Kamis (25/12/2025).
Sandiri menegaskan, kasus pencurian kabel bawah laut milik Telkom adalah bentuk kriminalitas, dan pelakunya bisa dijerat dengan pasal pidana.
Artinya, Sandiri menegaskan sudah semestinya Polri sebagai lembaga penegak hukum untuk turun tangan dan bertindak.
"Kita harus dorong Polri untuk mengusut tuntas kasus ini. Apalagi yang dicolong adalah kabel Telkom. Aset negara nih yang dicuri. Maka tak ada pilih lain, Polri harus kita dukung agar menangani kasus ini," jelas Sandri.
Aktivis kawakan berdarah Maluku ini menyoroti persoalan laut negara yang harus dipastikan keamanannya.
Sandri Rumanama mengingatkan Indonesia sebagai negara maritim harus mampu melindungi dan memaksimalkan potensi-potensi bahari yang ada. Baik dalam hal perikanan maupun potensi kelautan, termasuk keamanan wilayah laut dari kejahatan.
"Ini juga persoalan kedaulatan negara, sehingga sudah tentu pengamanan kelautan harus terkoordinasi dengan baik. Di sana ada Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP), ada TNI AL, Polri, termasuk dengan melibatkan para nelayan dan warga pesisir," tegas Sandri yang juga punya latar belakang anak pesisir.
Sementara itu, kasus dugaan pencurian kabel laut di perairan Belitung kembali mencuat setelah nama seorang pria bernama Karsono disebut-sebut sebagai pelaku utama.
Kabel bawah laut yang menjadi bagian dari jaringan komunikasi nasional milik Telkom Indonesia itu dipotong secara ilegal, menimbulkan kerugian besar dan kekhawatiran publik terhadap keamanan infrastruktur digital negara.
Peristiwa ini bermula dari operasi patroli laut yang dilakukan oleh satuan TNI Angkatan Laut beberapa hari sebelumnya.
Tim patroli mendeteksi aktivitas mencurigakan di salah satu kawasan perairan strategis yang menjadi jalur kabel bawah laut. Dari hasil pemantauan, terlihat adanya perahu kecil yang beroperasi di malam hari, membawa peralatan selam dan potongan kabel besar.
Selain pencurian kabel laut, warga pesisir Laut Belitung juga mengaku resah dengan maraknya aktivitas ilegal. Mulai dari penambangan timah tanpa izin, penyelundupan, hingga pengangkatan barang-barang bawah laut tanpa izin resmi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.