Fakta Nasional

Sandri Rumanama Ungkap Peranan Besar Polri dalam Aksi Kemanusiaan Penanganan Bencana di Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET -Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam misi-misi kemanusiaan, sebagaimana dibuktikan dalam penanganan bencana alam di Sumatera dan berbagai wilayah lainnya di I…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 10 December 2025 📖 2 menit
Sandri Rumanama Ungkap Peranan Besar Polri dalam Aksi Kemanusiaan Penanganan Bencana di Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET -Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam misi-misi kemanusiaan, sebagaimana dibuktikan dalam penanganan bencana alam di Sumatera dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

Namun ironisnya, kerja nyata tersebut kerap tertutup oleh framing negatif di ruang media sosial yang tidak mencerminkan realitas di lapangan.

Hal tersebut ditegaskan Pengamat Kebijakan Publik, Sandri Rumanama, yang menjadi pembicara dalam poadcas di channel yotube JCCnetwork pada Selasa, (9/12/2025).

Sandri Rumanama yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB SEMMI sekaligus Direktur HAI Institut, mengajak masyarakat untuk berpikir waras dan jangan termakan framing media sosial.

“Polri selalu menjadi garda terdepan dalam setiap penanganan bencana di Indonesia. Namun framing media sosial terhadap kinerja Polri justru sering kali dibangun secara buruk dan tidak adil," tegas Sandri.

Menurut Sandri, sejak detik pertama bencana terjadi, kehadiran Korps Bhayangkara tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga menjadi ujung tombak evakuasi, distribusi bantuan, penyelamatan korban, hingga pemulihan sosial masyarakat terdampak.

"Fakta tersebut adalah realitas yang tak bisa dibantah," tandas Sandri.

Namun demikian, ia menyoroti adanya ketimpangan dalam pertarungan opini di ruang digital, di mana narasi negatif sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan fakta di lapangan.

“Komunikasi negara harus jauh lebih komprehensif, strategis, dan cepat. Negara tidak boleh kalah oleh influencer dan buzzer. Negara harus menjadi pengendali utama narasi publik.”

Pria berdarah Maluku itu menilai perang opini di media sosial hari ini adalah bagian dari medan pertahanan negara modern. Bila tidak dikelola secara serius, maka institusi negara, termasuk POLRI, akan terus menjadi sasaran pembentukan persepsi yang menyesatkan publik.

Lebih jauh, ia menekankan keadilan informasi adalah bagian dari keadilan sosial. Ketika kerja kemanusiaan dipelintir oleh narasi negatif, maka yang dirugikan bukan hanya institusi, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara itu sendiri.

“Membela kebenaran bukan berarti membela institusi secara buta. Ini adalah soal membela fakta, membela kerja kemanusiaan, dan membela martabat negara di mata rakyatnya sendiri," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sandri mengajak seluruh elemen bangsa pemerintah, media, akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjaga kewarasan ruang publik, meluruskan informasi, dan memastikan bahwa nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebenaran tetap menjadi panglima dalam setiap peristiwa bangsa.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK