Fakta Nasional

Sanksi AS pada Iran, Layar Merah Harga Minyak Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada Jumat (20/6/2025) setelah Amerika Serikat menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Sentimen pasar yang awalnya sempat memanas akibat serangan Israel dan balasan Iran, kini m…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 June 2025 📖 1 menit
Sanksi AS pada Iran, Layar Merah Harga Minyak Global
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi pada Jumat (20/6/2025) setelah Amerika Serikat menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Sentimen pasar yang awalnya sempat memanas akibat serangan Israel dan balasan Iran, kini mereda oleh harapan negosiasi diplomatik.

Minyak mentah Brent ditutup pada US$ 77,01 per barel, turun US$ 1,84 atau 2,33%. Sementara itu, WTI untuk kontrak Juli melemah 0,28% ke level US$ 74,93 per barel. Meski demikian, secara kumulatif mingguan, Brent masih mencatat kenaikan 3,6% dan WTI naik 2,7%.

Pemerintah AS di bawah Presiden Trump mengenakan sanksi terhadap lebih dari 20 entitas, lima individu, dan tiga kapal terkait Iran, termasuk dua perusahaan di Hong Kong. Menurut John Kilduff (Again Capital), kebijakan ini bukan semata tekanan ekonomi, melainkan sinyal kesiapan AS menempuh jalur diplomasi untuk meredam konflik militer yang dapat mengganggu pasokan minyak global.

Sejauh ini, Selat Hormuz tetap terbuka meski Iran pernah mengancam penutupan. Analis UBS, Giovanni Staunovo, menegaskan arah pergerakan harga ke depan sangat bergantung pada potensi gangguan fisik atau logistik di wilayah Timur Tengah. Sementara itu, Ashley Kelty (Panmure Liberum) memprediksi jika konflik menyentuh infrastruktur ekspor, harga bisa menembus US$ 100 per barel.

Dengan masih tingginya ketidakpastian, pelaku pasar global akan terus memantau keputusan AS terkait keterlibatan langsung di konflik Israel-Iran. Jika negosiasi berkembang, tekanan jual mungkin berlanjut; sebaliknya, ancaman lanjutan membuat premium risiko tetap tinggi.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK