Saraswati Mundur dari DPR, Suhadi: Sikap Terhormat di Tengah Krisis DPR
JAKARTA, FAKTNASIONAL.NET - Langkah pengunduran diri Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengejutkan publik. Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu pada Rabu (10/9/2025) malam menyatakan mundur, setelah pernyataannya y…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTNASIONAL.NET - Langkah pengunduran diri Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengejutkan publik.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu pada Rabu (10/9/2025) malam menyatakan mundur, setelah pernyataannya yang diedit pihak tak bertanggung jawab menuai polemik.
Koordinator Tim Hukum Merah Putih, C. Suhadi, menilai keputusan Saraswati patut diapresiasi. Menurutnya, tindakan itu menunjukkan sikap bijak dan rasa malu yang seharusnya dimiliki anggota dewan.
“Saras mundur bukan karena tak mampu bekerja. Justru kinerjanya di atas rata-rata. Tapi ia sadar DPR kini tengah berada di titik nadir,” ujar Suhadi, Sabtu (13/9/2025).
Suhadi menilai DPR saat ini kehilangan roh sebagai lembaga legislatif, terbukti dari maraknya demo yang menuntut pembubarannya. Menurutnya, parlemen kini lebih dipenuhi figur artis dan tokoh populer ketimbang sosok intelektual yang kompeten.
“Kalau partai saat PAW berani memilih kader terbaik, DPR bisa kembali berfungsi maksimal,” tegasnya.
Ia menekankan, DPR sejatinya memegang peranan besar dalam sistem trias politica: legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Karena itu, anggota dewan seharusnya memiliki kapasitas intelektual, bukan sekadar popularitas atau modal finansial.
“Kalau tidak mampu bekerja dengan baik, mundurlah secara terhormat dan serahkan kursinya pada yang lebih layak,” kata Suhadi.
Ia juga mengingatkan, fenomena lemahnya kualitas wakil rakyat bukan hanya di DPR pusat, tetapi juga di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Suhadi menutup dengan menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap anggota dewan di semua tingkatan.
“Dewan adalah lembaga terhormat, maka harus diisi orang-orang yang betul-betul paham kerja legislatif dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan sekadar etalase politik,” pungkasnya.[zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.