Fakta Nasional

Sasar 6,3 Juta Siswa, Pemprov Jateng Luncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian untuk Cetak Generasi Emas

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Langkah ini dinilai sebagai te…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 06 June 2026 📖 2 menit
Sasar 6,3 Juta Siswa, Pemprov Jateng Luncurkan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian untuk Cetak Generasi Emas
Program kolaboratif ini mengintegrasikan nilai-nilai koperasi ke kurikulum sekolah tanpa menambah mata pelajaran baru./Dok. kemenkop
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).

Langkah ini dinilai sebagai terobosan krusial dalam menanamkan nilai-nilai ekonomi kerakyatan sejak dini kepada generasi muda.

Program strategis ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektoral antara Pemprov Jateng, Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), serta seluruh elemen gerakan koperasi.

"Saya menyampaikan apresiasi dan juga terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mengambil langkah bersejarah, strategis dan visioner,” ujar Menkop Ferry Juliantono saat menghadiri acara peluncuran program tersebut di Semarang, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Sinergi Kemenkop dan KemenPPPA: Kopdes Merah Putih Jadi Garda Perlindungan Perempuan dan Anak

Ferry mengingatkan kembali bahwa Jawa Tengah memiliki ikatan historis yang sangat kuat dengan perkembangan koperasi di Tanah Air, mengingat koperasi pertama di Indonesia lahir di wilayah Banyumas. Berangkat dari keberhasilan inisiatif lokal ini, Menkop berkomitmen penuh untuk mendorong pemerintah daerah di provinsi lain agar mengadopsi model serupa.

Model Nasional Tanpa Menambah Beban Kurikulum Siswa

Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini ditargetkan menyasar lebih dari 6,3 juta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Tengah. Keunggulan dari program ini terletak pada metode internalisasinya, di mana pemahaman nilai-nilai koperasi diintegrasikan langsung ke dalam mata pelajaran yang sudah ada tanpa harus menambah beban kurikulum baru bagi siswa.

Kemenkop berharap proyek percontohan di Jateng ini mampu menjadi model pengembangan pendidikan perkoperasian yang sistematis serta berkelanjutan di lingkungan sekolah. Langkah tersebut diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang yang bermuara pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ferry menegaskan bahwa orientasi sistem ekonomi nasional yang belakangan cenderung kapitalistik harus perlahan dikembalikan pada jalurnya sesuai amanat ekonomi Pancasila. Struktur ekonomi tersebut menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan.

Selain penguatan edukasi, Kemenkop bersama para pemangku kepentingan terkait berkomitmen mempercepat reformasi regulasi dengan mengawal pembahasan RUU Perkoperasian di DPR guna menggantikan regulasi lama, yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang dinilai sudah kurang relevan dengan dinamika zaman.

Menanam Benih Peradaban Ekonomi Masa Depan

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa posisi koperasi bukan sekadar pilihan badan usaha, melainkan sebuah amanat konstitusi yang berfungsi sebagai sokoguru perekonomian nasional.

Melalui integrasi materi ini, Pemprov Jateng optimistis dapat membentuk karakter siswa yang mandiri dan memiliki jiwa gotong royong yang kuat dalam membangun kesejahteraan bersama.

"Hari ini kita sedang menanam benih peradaban ekonomi masa depan. Kita sedang menyiapkan jutaan anak-anak Jawa Tengah agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, bergotong royong, dan mampu membangun kesejahteraan bersama melalui koperasi," tegas Ahmad Luthfi.

Baca Juga: Peluang Emas Perajin Tenun NTT: Kemenkop Fasilitasi Pelatihan dan Akses Koperasi


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK