Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Bersenjata Pelaku Penyerangan Brutal di PT Kristal Nabire
FAKTANASIONAL.NET – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Nabire kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok bersenjata yang melakukan serangan brutal di pos pengamanan PT Kristal, Distrik Makimi, Sabtu (21/…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Nabire kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok bersenjata yang melakukan serangan brutal di pos pengamanan PT Kristal, Distrik Makimi, Sabtu (21/2/2026).
Tragedi yang menelan dua korban jiwa ini direspons dengan komitmen tegas negara untuk memulihkan stabilitas di Papua Tengah.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengecam keras aksi kekerasan yang mengakibatkan kerusakan berat dan hilangnya nyawa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan tinggal diam atas tindakan anarkis ini.
“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” tegas Faizal dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan fakta memilukan di lapangan.
Dua jenazah ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara puing-puing bangunan yang dibakar pelaku. Hingga saat ini, proses identifikasi masih berlangsung di RSUD Nabire.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa bukti-bukti di lokasi menunjukkan adanya serangan terencana dari jarak jauh.
Sebuah kendaraan operasional ditemukan dengan empat lubang bekas tembakan yang menembus bagian depan hingga radiator.
Baca Juga: KKB Serang Tambang di Nabire: 198 Pekerja Termasuk Puluhan WNA China Dievakuasi ke Pusat Kota
“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” ujar Yusuf.
Ia juga menambahkan bahwa meski ditemukan bekas tembakan, tidak ditemukan selongsong peluru di sekitar pos, yang memperkuat dugaan posisi penembak berada di radius 50 hingga 100 meter.
Menanggapi berbagai klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, Polri meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi spekulasi yang tidak berdasar. Yusuf menegaskan bahwa penyidikan tetap mengedepankan fakta hukum.
“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” lanjutnya.
Ia juga mengklarifikasi bahwa tidak ada anggota Polri yang bertugas di lokasi saat kejadian, sehingga isu perampasan senjata masih terus didalami.
Langkah taktis kini diarahkan pada pemetaan jaringan kelompok tersebut. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol.
Adarma Sinaga, menyatakan bahwa tim gabungan sedang melakukan profiling mendalam terhadap para pelaku yang terlihat oleh saksi mata.
“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” pungkas Adarma.
Baca Juga: Sengketa Hutan Papua : Warga Nabire Adukan ‘Macetnya’ Penanganan Kemenhut ke Inspektorat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.