Satu Tahun Program MBG: Serap 780 Ribu Tenaga Kerja dan Berdayakan 46.000 UMKM
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam kurun waktu satu tahun, program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja di berbagai daerah…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam kurun waktu satu tahun, program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa besarnya penyerapan tenaga kerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur pendukung program.
"Hingga kini, sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan tersebar di 38 provinsi," katanya kepada Media, Selasa (6/1/2026).
Menurut Dadan, ratusan ribu tenaga kerja tersebut terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional dapur SPPG, mulai dari pengolahan bahan pangan, proses memasak, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.
Selain menciptakan lapangan kerja, Program MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan lebih dari 46 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"UMKM tersebut berperan sebagai pemasok bahan baku bagi dapur-dapur SPPG di seluruh Indonesia," terang Dadan.
Kolaborasi antara program MBG dan UMKM dinilai mampu membangun rantai pasok pangan yang berkelanjutan, sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang secara ekonomi.
Dadan menegaskan, keterlibatan UMKM juga memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas bagi penerima manfaat.
Lebih lanjut, keberadaan SPPG disebut memberikan peluang ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
"Hingga saat ini, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat, yang terdiri dari balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil dan menyusui," ungkap Dadan.
Dia menambahkan, program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting, sebagai fondasi menuju terwujudnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.