Fakta Nasional

Selisih Harga Picu Migrasi Konsumen ke BBM Bersubsidi

FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) tengah mengamati fenomena pergeseran (shifting) konsumen dari penggunaan bahan bakar nonsubsidi ke bahan bakar bersubsidi. Hal ini dipicu oleh lebarnya selisih harga antara Pertamax yang saat ini dibanderol…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 05 July 2026 📖 1 menit
Selisih Harga Picu Migrasi Konsumen ke BBM Bersubsidi
Foto ilustrasi /net.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - PT Pertamina (Persero) tengah mengamati fenomena pergeseran (shifting) konsumen dari penggunaan bahan bakar nonsubsidi ke bahan bakar bersubsidi.

Hal ini dipicu oleh lebarnya selisih harga antara Pertamax yang saat ini dibanderol Rp16.250 per liter dengan Pertalite yang dipatok Rp10 ribu per liter.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan penyaluran BBM tetap sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.

"Kalau shifting atau kegiatan perubahan dari pengguna, sebenarnya ini memang kami terus memantau, sehingga dalam penyalurannya sendiri, kami melihat bagaimana kami menyalurkan BBM nonsubsidi dan subsidi ini," ujar Baron ditemui di Grha Pertamina, dikutip redaksi dari CNN pada 5/7/2026.

Langkah ini bertujuan menjaga agar kuota subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang secara ekonomi mampu membeli BBM nonsubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan bahwa meskipun perilaku konsumen merupakan hal wajar akibat perubahan harga, masyarakat tetap diimbau untuk mematuhi regulasi peruntukan BBM.

Ia mengingatkan para pemilik kendaraan dengan spesifikasi mesin yang direkomendasikan untuk menggunakan BBM nonsubsidi agar tidak beralih ke Pertalite.

Selain masalah perilaku konsumen, Pertamina juga menyoroti temuan aparat penegak hukum terkait distribusi BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran di lapangan.

Pengetatan pengawasan ini diharapkan dapat meminimalisir penyimpangan sekaligus menjamin ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang benar-benar berhak menikmatinya, sehingga subsidi pemerintah dapat tersalurkan dengan lebih efektif dan efisien sesuai kebijakan energi nasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK