Fakta Nasional

Selly Andriany Gantina Ingatkan Pemerintah Antisipasi Jemaah Ilegal pada Ibadah Haji 2025

JAKARTA , FAKTANASIONAL . NET - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI-P, Selly Andriany Gantina, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi adanya jemaah ilegal pada penyelenggaraan ibadah haji 2025. Selly meminta Kementerian Agama (Kemenag)…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 30 December 2024 📖 1 menit
Selly Andriany Gantina Ingatkan Pemerintah Antisipasi Jemaah Ilegal pada Ibadah Haji 2025
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI-P, Selly Andriany Gantina, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi adanya jemaah ilegal pada penyelenggaraan ibadah haji 2025. Selly meminta Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Mungkin harus segera dibenahi oleh Kemenag dan berkoordinasi dengan Kemenlu maupun keimigrasian kaitan para jemaah haji dan jemaah umrah yang mungkin selama ini menjadi momok yang memprihatinkan,” ujar Selly dalam rapat kerja bersama Komisi VIII, Senin (30/12/2024).

Selly menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jemaah haji yang menggunakan visa ziarah. Menurutnya, Kemenag perlu segera mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi masalah ini sebelum waktu penyelenggaraan ibadah haji tiba.

Selly berpandangan bahwa keberadaan jemaah umrah dan ziarah yang mencoba ikut ibadah haji pada 2025 harus diantisipasi sejak bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Sebab, pada saat Ramadhan, banyak masyarakat yang berangkat ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah sekaligus berziarah. Namun, kata Selly, akan ada saja di antara mereka yang mungkin menetap di Tanah Suci hingga musim haji walaupun tidak memiliki visa resmi untuk ibadah haji 2025.

“Kami Komisi VIII mengingatkan, mumpung masih ada waktu, sepertinya sebaiknya kita harus melakukan koordinasi. Dari mulai bulan Ramadhan, orang sudah mulai berbondong-bondong melakukan umrah dan setelah itu mereka tidak mau balik ke Indonesia,” kata Selly.

“Maka, bagaimana kita bisa menghambat para travel yang mungkin melakukan wanprestasi atau melakukan upaya supaya para jemaahnya stay di sana,” ujarnya. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK