Seminar UIA Soroti Konflik Global: Dunia Islam Didorong Ambil Peran Strategis
FAKTANASIONAL.NET — Di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang diwarnai krisis kemanusiaan dan ketegangan geopolitik, dunia Islam didorong untuk tidak sekadar menjadi pengamat pasif. Peran strategis sebagai kekuatan moral dan etis dinilai s…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang diwarnai krisis kemanusiaan dan ketegangan geopolitik, dunia Islam didorong untuk tidak sekadar menjadi pengamat pasif. Peran strategis sebagai kekuatan moral dan etis dinilai semakin mendesak, terutama dalam merespons dinamika konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas global.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta, Dailami Firdaus, menegaskan bahwa Islam mengajarkan keterlibatan aktif dalam menegakkan keadilan dan menjaga keseimbangan global. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional bertajuk “Dinamika Konflik Global & Tanggung Jawab Moral Dunia Islam: Refleksi atas Perkembangan Terbaru di Iran” pada Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, dunia Islam memiliki mandat normatif untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai konflik internasional, bukan sekadar merespons secara retoris. “Islam menuntut umatnya menghadirkan keadilan, menjaga keseimbangan, dan memperjuangkan kemaslahatan umat manusia secara universal,” ujarnya.
Sebagai Ketua Yayasan Perguruan Islam As-Syafi’iyah (UIA), Dailami juga menyoroti pengalaman historis dunia Islam dalam menghadapi intervensi dan ketidakadilan global. Ia menyinggung dinamika relasi internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai contoh konkret yang memerlukan respons kolektif berbasis moral dan konsolidasi kekuatan umat.
Namun demikian, ia mengingatkan agar respons tersebut tidak terjebak dalam dua kutub ekstrem: sikap pasif terhadap ketidakadilan atau reaksi emosional tanpa arah strategis. Dunia Islam, kata dia, perlu menempuh pendekatan yang proporsional dengan mengedepankan diplomasi, menghindari konflik sektarian, serta memperkuat kerja sama lintas negara dan komunitas.
“Penegakan keadilan harus dilakukan tanpa standar ganda. Dunia Islam harus mampu menjadi bagian dari solusi global, dan Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran tersebut,” tegasnya.
Seminar internasional ini diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam dan Timur Tengah (LEMKIT) UIA di Gedung Alawiyah UIA, Jatiwaringin, Kota Bekasi. Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UIA, Prof. Masduki Ahmad, dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain Din Syamsuddin, Safira Machrusah, Zezen Zaenal Mutaqin, serta Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.[mut]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.