Fakta Nasional

Senator Agustinus Kambuaya Sentil Pemda yang Malas Kerja dan Hanya Bergantung Transferan Dana dari Pusat

SORONG, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau Senator Asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK) menegaskan bahwa efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat harus mendorong semua Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berp…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 19 November 2025 📖 2 menit
Senator Agustinus Kambuaya Sentil Pemda yang Malas Kerja dan Hanya Bergantung Transferan Dana dari Pusat

SORONG, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI atau Senator Asal Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK) menegaskan bahwa efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat harus mendorong semua Pemerintah Daerah (Pemda) untuk berpikir keras dan inovatif.

Menurut ARK, selama ini pemerintah daerah terlalu bergantung penuh kepada pemerintah pusat, bahkan kerap hanya menegadah ke atas, mengharapkan belas kasihan transfer dana.

"Pernyataan bahwa Pemda harus mandiri dari sisi pendapatan adalah sebuah prinsip penting dalam otonomi daerah," kata ARK kepada awak media, Rabu (19/11/2025).

Kemandirian fiskal ini merujuk pada kemampuan Pemda untuk membiayai pengeluaran mereka sendiri, termasuk belanja rutin dan pembangunan, tanpa terlalu bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat.

Senator muda yang dikenal briliant itu menegaskan bahwa kemandirian pendapatan memungkinkan Pemda untuk benar-benar menjalankan otonomi daerah.

"Dengan kemandirian finansial, mereka (Pemda) dapat menentukan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, bukan hanya mengikuti arahan program pusat," tukas ARK.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang stabil dan terus meningkat, akan menjamin keberlanjutan proyek-proyek pembangunan jangka panjang, mengurangi risiko terhentinya proyek akibat perubahan kebijakan transfer pusat.

Pendapatan daerah terdiri dari beberapa komponen utama, dengan fokus utama pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD):

- Pajak Daerah ini adalah sumber pendapatan terbesar, meliputi pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, dan lain-lain.

- Pungutan atas layanan tertentu yang disediakan oleh Pemda, seperti retribusi pelayanan kesehatan, kebersihan, parkir di tepi jalan umum, dan tempat pelelangan ikan.

- Sektor pariwisata Papua Barat Daya mempunyai potensi menjanjikan yanh cukup menarik wisatawam dalam negeri dan manca negara.

"Dengan anggaran yang dipangkas dan efisiensi, pemerintah daerah harusnya memperuntukan untuk sektor Produktif yang memacu pertumbuhan ekonomi," ungkap ARK.

ARK menilai Pemda yang menuntut pemerintah pusat menambah anggaran tanpa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sama artinya dengan menipu diri sendiri, menipu rakyat, dan menipu pemerintah pusat.

ARK pun memberikan contoh, bagaimana Pemda yang berhasil melakukan inovasi kreatif untuk mendongkrak pendapatan daerahnya.

Provinsi Maluku Utara dengan gerakan inovasi UMKM rempah-rempah dan ekspor kelapa menunujukan optimalisasi sektor pertanian dan perkebunan di luar sektor minyak dan gas, pertambangan mineral.

Provisi Jawa Timur dengan pendapatan Asli daerah dari peternakan dan pertanian.

"Papua Barat Daya perlu merencanakan program-program kongkrit yang mendorong pertumbuhan ekonomi nyata dan menstabilkan inflasi," jelasnya.

"Belanja akhir tahun Proyek-proyek harus diarahkan kepada sirkulasi perputaran uang di tengah masyarakat," tuntas ARK.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK