Fakta Nasional

Serangan Trump ke Situs Nuklir Iran Dorong Harga Minyak dan Aset Aman

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET - Pengumuman Presiden Donald Trump di Truth Social soal serangan AS ke situs nuklir Iran memicu reaksi pasar global. Ketegangan di Timur Tengah selalu menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga minyak—komoditas yang sensi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 23 June 2025 📖 1 menit
Serangan Trump ke Situs Nuklir Iran Dorong Harga Minyak dan Aset Aman
Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET - Pengumuman Presiden Donald Trump di Truth Social soal serangan AS ke situs nuklir Iran memicu reaksi pasar global.

Ketegangan di Timur Tengah selalu menjadi faktor kunci dalam pergerakan harga minyak—komoditas yang sensitif terhadap risiko geopolitik.

Setelah pernyataan Trump, kontrak minyak Brent dan WTI langsung dibuka lebih tinggi.

Menurut Mark Spindel, Kepala Investasi Potomac River Capital, ketidakpastian geopolitik cenderung mendorong harga minyak naik pada pembukaan pasar.

Investor kemudian memindahkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS, emas, dan obligasi negara maju.

Aksi jual saham sektor energi juga terjadi, karena risiko eskalasi konflik dapat mengganggu pasokan minyak dari kawasan produksi utama.

Reuters melaporkan, harga minyak naik lebih dari 3% pasca-pengumuman, sementara emas melejit hingga 2,5%.

Jack Ablin dari Cresset Capital menambahkan, kenaikan inflasi akibat harga energi yang lebih tinggi dapat meredam optimisme pasar saham dan menunda rencana penurunan suku bunga jangka pendek.

Permintaan minyak diperkirakan tetap kuat hingga kuartal berikutnya, karena pasokan dari Iran dan kawasan Teluk terancam gangguan.

Di sisi konsumen, risiko lonjakan harga bahan bakar di SPBU dapat meningkatkan tekanan inflasi domestik. Pemerintah AS kemungkinan akan memantau rapat perkembangan, termasuk koordinasi dengan Sekutu di NATO dan OPEC+, demi menjaga stabilitas pasar energi.

Ke depan, investor dan analis akan terus memantau setiap pernyataan pejabat AS dan Iran, karena fluktuasi harga minyak sering kali dipengaruhi sentimen di luar data fundamental.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK