Fakta Nasional

Seskab: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mencatat realisasi investasi bernilai fantastis dari hasil lawatan diplomasi internasional. Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto berhasil membawa masuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 02 June 2026 📖 2 menit
Seskab: Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun
Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi pusat logistik, penyaluran barang subsidi, serta penyedia kredit usaha dengan bunga rendah bagi masyarakat desa./Dok. Kemenkop
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah mencatat realisasi investasi bernilai fantastis dari hasil lawatan diplomasi internasional.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto berhasil membawa masuk komitmen investasi senilai Rp 2.430 triliun ke Indonesia.

Teddy menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan dampak langsung dari intensitas kunjungan kerja luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir.

Data capaian tersebut bersumber resmi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun, itu data dari BKPM. Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp 575 triliun," kata Teddy dalam keterangan videonya, Senin (1/6/2026) malam.

Melalui penjelasan tersebut, Teddy membantah anggapan bahwa rangkaian perjalanan dinas luar negeri kepala negara hanya bersifat seremonial atau sekadar untuk gagah-gagahan.

Baca Juga: Terbang Tengah Malam! Presiden Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow

Selain nilai investasi, ia juga mengungkit keberhasilan Indonesia bergabung ke dalam blok ekonomi BRICS sebagai buah dari kedekatan diplomasi dengan para pemimpin dunia.

Dampak Stabilitas Ekonomi Dalam Negeri

Teddy menilai hubungan bilateral yang kuat di kancah internasional memberikan efek domino yang positif bagi ketahanan domestik, terutama dalam menghadapi dinamika krisis global.

"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman," ucapnya.

Di sektor perdagangan, Teddy memaparkan keberhasilan Indonesia menyepakati tarif 0 persen di 25 negara Uni Eropa. Kesepakatan ini mengakhiri proses negosiasi panjang yang mandek selama belasan tahun.

"Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu," sambung Teddy.

Ketahanan Militer dan Fasilitas Haji

Selain penguatan ekonomi, dampak diplomasi ini juga diklaim memperkokoh sistem pertahanan nasional.

Teddy menyebut Indonesia kini memiliki akses alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kuat dari berbagai negara produsen utama, seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, hingga Inggris.

Di sisi lain, kerja sama bilateral dengan Timur Tengah juga membuahkan hasil monumental di sektor keagamaan. Indonesia kini tercatat menjadi satu-satunya negara yang memiliki fasilitas perkampungan haji mandiri di Arab Saudi.

"Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," pungkas Teddy.

Baca Juga: Diplomasi Washington: Tarif Dagang RI-AS Turun Jadi 19%, Prabowo Jadi Satu-satunya Pemimpin yang Gelar Bilateral dengan Trump


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK