Fakta Nasional

Siap-Siap! KAI Buka Penjualan Tiket Arus Balik Lebaran 2026 Besok

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bagi Anda yang sudah merencanakan mudik, jangan sampai terlena dengan euforia pulang kampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa pemesanan tiket kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 mulai dibuka pada…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 06 February 2026 📖 1 menit
Siap-Siap! KAI Buka Penjualan Tiket Arus Balik Lebaran 2026 Besok
KA Gunungjati Resmi Diluncurkan/(PT.KAI)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bagi Anda yang sudah merencanakan mudik, jangan sampai terlena dengan euforia pulang kampung. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa pemesanan tiket kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 mulai dibuka pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 00.00 WIB.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa mengamankan perjalanan pulang lebih awal dan menghindari kehabisan kuota di tanggal favorit.

Mengingat tingginya antusiasme pengguna kereta api setiap musim Lebaran, KAI menyarankan calon penumpang untuk mempersiapkan data identitas sesuai KTP jauh-jauh hari.

Pastikan koneksi internet stabil saat mengakses aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya tepat pada jam pembukaan. Ketelitian dalam memilih jadwal keberangkatan sangat menentukan keberhasilan mendapatkan tiket di tengah persaingan jutaan pemburu lainnya.

Penjualan tiket yang dimulai besok secara bertahap akan mencakup tanggal keberangkatan mulai dari 23 Maret hingga awal April 2026. Jadwal ini disusun untuk mengakomodasi puncak arus balik yang diprediksi akan terjadi setelah perayaan Idulfitri.

Dengan sistem pemesanan H-45, KAI berharap mobilitas masyarakat dapat terurai dengan baik sehingga perjalanan terasa lebih nyaman, aman, dan tepat waktu.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK