Fakta Nasional

Siasat Cerdas Mendag Busan Atasi Lonjakan Harga Plastik Akibat Konflik Global

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Perdagangan Budi Santoso, atau yang akrab disapa Busan, tengah bergerak cepat merespons lonjakan harga plastik di pasar domestik. Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi militer di Asia Barat yang memicu penu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 17 April 2026 📖 1 menit
Siasat Cerdas Mendag Busan Atasi Lonjakan Harga Plastik Akibat Konflik Global
/(ilustrasi/pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Perdagangan Budi Santoso, atau yang akrab disapa Busan, tengah bergerak cepat merespons lonjakan harga plastik di pasar domestik.

Kenaikan ini merupakan dampak langsung dari eskalasi militer di Asia Barat yang memicu penutupan Selat Hormuz sejak Februari lalu.

Akibatnya, pasokan nafta sebagai bahan baku utama plastik terhambat. Namun, Mendag memberikan sinyal positif bahwa harga plastik diharapkan segera mereda seiring dengan masuknya pasokan dari jalur alternatif.

Dalam keterangannya di JIExpo Jakarta, Kamis, 16 April 2026, Busan memastikan bahwa industri manufaktur nasional tetap berdenyut. Indonesia telah mengamankan sumber bahan baku alternatif dari India, Afrika, hingga Amerika Serikat.

Meskipun pengiriman masih dalam perjalanan, pemerintah juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai pengganti nafta dengan melirik wilayah Eurasia. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan produk-produk yang bergantung pada kemasan plastik, seperti minyak goreng, tidak terus mengalami kenaikan harga.

Selain solusi jangka pendek, pemerintah mulai melirik potensi jangka panjang untuk melepaskan ketergantungan pada energi fosil. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, sebelumnya pada 9 April 2026 telah mengungkapkan bahwa rumput laut dan singkong sedang dikaji serius sebagai substitusi bahan baku plastik.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi saat krisis global terjadi, tetapi juga mendukung kemandirian industri nasional yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK