Sidak Ombudsman: Napi di Lapas Cibinong Huni Rumah Mewah dalam Penjara
FAKTANASIONAL.NET - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkap dugaan adanya fasilitas dan perlakuan berbeda terhadap warga…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim Ombudsman Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkap dugaan adanya fasilitas dan perlakuan berbeda terhadap warga binaan tertentu.
Lapas Kelas IIA Cibinong berlokasi di Jalan Cilendek, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
BACA JUGA
Ingat Ferdi Sambo? Kata Ombudsman Ia Nikmati Kemewahan di Lapas Cibinong
Sidak yang berlangsung pada Rabu (23/9/2026) itu sempat diwarnai ketegangan antara tim Ombudsman dan petugas lapas.
Petugas penjagaan disebut sempat berupaya menghalangi serta menutup akses masuk tim Ombudsman. Padahal, tim telah membawa dan menunjukkan surat tugas resmi untuk melakukan pemeriksaan.
"Beberapa waktu yang lalu kita sidak ke sini itu ditolak, nah kemudian kita sekarang datang lagi, kemudian ditolak lagi," ujar anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin.
Ketegangan bahkan berlanjut hingga terjadi adu mulut dan aksi saling dorong. Setelah berhasil memperoleh akses masuk, tim Ombudsman menemukan lebih dari 10 kamar di kawasan terpisah yang dilengkapi berbagai fasilitas layaknya apartemen.
BACA JUGA
Baku Tembak Brigadir J Terbantahkan, Kisah Ferdy Sambo Kembali Dibuka Netflix
Selain itu, Ombudsman menemukan minuman beralkohol di dalam salah satu kulkas yang berada di kawasan tersebut.
"Jadi kita tadi ya sempat adu cekcok juga sama mereka semua. Mereka udah agak ini ya, bahkan ada kawan kita yang sampai pahanya tadi terjepit oleh pagar," kata Fikri.
Temuan tersebut membuat Ombudsman menyoroti dugaan adanya perbedaan pelayanan dan fasilitas bagi warga binaan di Lapas Cibinong.
Setelah berhasil memperoleh akses masuk, tim Ombudsman menemukan sejumlah bangunan berbentuk menyerupai rumah di bagian belakang Lapas Cibinong.
Fikri Yasin mengatakan petugas lapas sempat menyebut bangunan tersebut sebagai tempat tinggal atau fasilitas bagi petugas penjaga.
Namun, keberadaan sejumlah kendaraan mewah, di antaranya Toyota Alphard dan Fortuner, membuat tim Ombudsman mempertanyakan fungsi bangunan tersebut.
"Terus kita tanyakan 'ini apa ini?' kaya bentuk-bentuk rumah. Alasannya punya petugas jaga dan sebagainya. Tapi semakin curiga karena di sana kok kalau petugas jaga, mohon maaf, ada Alphard ada Fortuner. Apa iya mereka datang bawa mobil-mobil mewah itu?" ujar Fikri.
BACA JUGA
Geng Mafia di Tubuh Polri? Jejak Sambo, Obstruction of Justice, hingga Isu Beking Judi Online
Saat melakukan pemeriksaan, tim juga berinteraksi dengan sejumlah orang yang berada di kawasan tersebut. Salah seorang di antaranya mengaku sebagai narapidana.
Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat lebih dari 10 kamar yang tersebar di sejumlah bangunan. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, seperti ruang tamu, kamar tidur, ruang makan, dapur, televisi, kulkas, peralatan memasak, tempat kebugaran hingga area untuk persiapan bermain golf.
Ombudsman menilai fasilitas tersebut menyerupai standar sebuah apartemen dan berada terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
Tim juga mendapati sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga merupakan warga binaan tinggal di kawasan terpisah tersebut. Namun, identitas dan status seluruh penghuni belum dapat dipastikan.
Fikri Yasin mengungkapkan kamar warga binaan yang dilengkapi televisi, kulkas, ruang tamu hingga dapur tersebut memiliki beberapa tipe.
Menurutnya, terdapat bangunan yang hanya ditempati satu orang, sementara bangunan lainnya memiliki beberapa kamar untuk warga binaan.
"Terdiri dari berbagai tipe, ada beberapa berbentuk rumah isi satu orang, ada juga yang bentuk rumah satu tapi isi beberapa kamar," kata Fikri saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu malam.
Ia menambahkan setidaknya terdapat lebih dari 10 kamar atau belasan kamar, dengan fasilitas yang disebut berstandar apartemen. Lokasinya berada di area terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
"Lokasinya cluster, berada di belakang lapas, berupa rumah tapi dengan fasilitas lengkap layaknya rumah tangga," ucapnya.
Fikri menyebut kamar-kamar dengan fasilitas tersebut diduga diperuntukkan bagi warga binaan yang bersedia membayar. Namun, jumlah pembayaran yang dimaksud belum diketahui.
"Saat kita tanya (harga kamar), dia nggak mau jawab," ungkapnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.