Sikapi Ketegangan Timur Tengah, Pertamina Aktifkan Contingency Plan dan Diversifikasi Pasokan Energi
FAKTANASIONAL.NET – PT Pertamina (Persero) resmi menyiagakan langkah mitigasi menyeluruh guna mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah yang mulai mengganggu rantai pasok energi dunia. Langkah ini diambil untuk memastikan stok Bahan Bakar Minyak…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – PT Pertamina (Persero) resmi menyiagakan langkah mitigasi menyeluruh guna mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah yang mulai mengganggu rantai pasok energi dunia.
Langkah ini diambil untuk memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di dalam negeri tetap aman di tengah dinamika geopolitik yang fluktuatif.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan skenario operasional khusus agar distribusi energi ke masyarakat tidak terputus.
Strategi Diversifikasi dan Mitigasi
Salah satu poin utama dalam rencana pertahanan energi nasional ini adalah pengurangan ketergantungan pada satu wilayah sumber pasokan. Pertamina kini memperluas radar pencarian pasokan dari berbagai negara untuk menjaga stabilitas.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan, supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” ujar Baron dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Diversifikasi ini diharapkan menjadi benteng saat jalur distribusi utama dunia mengalami gangguan.
Selain itu, Pertamina memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyelaraskan kebijakan strategis di sektor energi nasional.
Pengawasan Lapangan dan Tindak Tegas Penimbunan
Di sisi hilir, Pertamina tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dilakukan bersama aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah untuk memantau titik-titik distribusi.
Fokus utamanya adalah mencegah praktik ilegal yang memanfaatkan situasi global untuk keuntungan pribadi.
“Pertamina bersama aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar. Kami juga mendukung penegakan hukum terhadap praktik penimbunan maupun penyalahgunaan energi,” tegas Baron.
Ajakan Transisi dan Penghematan Energi
Menghadapi faktor eksternal yang sulit diprediksi, Pertamina mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola konsumsi energi.
Kesadaran kolektif untuk berhemat dianggap sebagai kunci ketahanan energi nasional yang paling efektif.
Sesuai dengan arahan Presiden, masyarakat juga didorong untuk mulai beralih ke energi alternatif dalam aktivitas harian, seperti penggunaan peralatan listrik untuk keperluan dapur guna mengurangi beban konsumsi LPG.
“Sejalan dengan imbauan Presiden, Pertamina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” tutup Baron.
Melalui kombinasi strategi diversifikasi pasokan di hulu dan penghematan di sisi konsumen, pemerintah optimis Indonesia mampu melewati tekanan krisis energi global tahun 2026 ini dengan stabilitas yang terjaga.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.