Fakta Nasional

Sindir Jokowi Soal Ambang Batas Parlemen, Amien Rais: Itu Hanyalah Angan-Angan

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyentil pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait kesiapan menghadapi kenaikan ambang batas parlemen ( parliamentary threshold ) pada Pemilu 2029 mendatang. Amien men…

Penulis: Sekar Ayuning Kasih Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 09 October 2026 📖 1 menit
Sindir Jokowi Soal Ambang Batas Parlemen, Amien Rais: Itu Hanyalah Angan-Angan
Sindir Jokowi Soal Ambang Batas Parlemen, Amien Rais: Itu Hanyalah Angan-Angan/dok.detiknews

FAKTANASIONAL.NET - Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyentil pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait kesiapan menghadapi kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2029 mendatang. Amien menilai klaim Jokowi yang mengaku tidak takut berapapun angka ambang batas parlemen sebagai bentuk pernyataan yang tidak realistis.

Tanggapan tersebut disampaikan Amien merespons klaim Jokowi yang menyatakan siap menghadapi kenaikan ambang batas parlemen dari 5 hingga 8 persen dengan modal kerja keras. Menanggapi hal itu, Amien menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang disokong Jokowi hanya bisa lolos jika dibebaskan dari aturan kampanye dan pengawasan Bawaslu.

"PSI dan Jokowi tidak takut ambang batas parlemen berapa saja. Jokowi sedang melantur," kata Amien melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat (9/10/2026).

Amien menambahkan, skenario PSI lolos dengan angka berapa pun hanya mungkin terjadi jika seluruh partai politik lain dilarang berkampanye dan tokoh-tokohnya diminta berdiam diri di rumah. Meski melontarkan sindiran tajam tersebut, ia menegaskan bahwa masa depan politik tetap menjadi rahasia Tuhan dan tidak ada seorang pun yang bisa memastikannya.(sak)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK