Fakta Nasional

Sinyal Waspada! Pertumbuhan Kredit Bank Terus Melambat, Apa Penyebabnya?

JAKARTA, FAKTANASIONAL NET - Sektor perbankan nasional menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Pertumbuhan kredit pada Juli 2025 tercatat hanya mencapai 7,03% secara tahunan (yoy), menandai perlambatan selama lima bulan berturut-turut. Angka ini leb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 22 August 2025 📖 1 menit
Sinyal Waspada! Pertumbuhan Kredit Bank Terus Melambat, Apa Penyebabnya?
/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL NET - Sektor perbankan nasional menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Pertumbuhan kredit pada Juli 2025 tercatat hanya mencapai 7,03% secara tahunan (yoy), menandai perlambatan selama lima bulan berturut-turut.

Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian bulan Juni 2025 yang berada di level 7,77% yoy. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa akselerasi penyaluran kredit merupakan elemen krusial untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Perlambatan ini mengindikasikan adanya tantangan baik dari sisi penawaran perbankan maupun dari sisi permintaan dunia usaha. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas moneter yang terus berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Salah satu faktor utama perlambatan kredit datang dari sisi penawaran. Meskipun Bank Indonesia telah melonggarkan kebijakan moneter dan memastikan likuiditas di pasar sangat cukup, perbankan cenderung bersikap lebih hati-hati. Standar penyaluran kredit terpantau masih ketat.

Alih-alih menggenjot pinjaman ke sektor riil, banyak bank lebih memilih menempatkan kelebihan likuiditas mereka pada instrumen surat berharga yang dianggap lebih aman dan rendah risiko.

Fenomena ini didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik sebesar 7% yoy, yang berarti bank memiliki banyak dana namun enggan menyalurkannya secara agresif dalam bentuk kredit.

Dari sisi permintaan, perlambatan kredit mencerminkan bahwa korporasi belum sepenuhnya ekspansif. Banyak perusahaan yang masih mengandalkan sumber pembiayaan internal untuk modal kerja mereka ketimbang mengajukan pinjaman baru. Meskipun demikian, pertumbuhan kredit investasi masih menjadi yang tertinggi dengan angka 12,42% yoy, didorong oleh sektor berorientasi ekspor.

Sebaliknya, kredit modal kerja tumbuh sangat tipis di angka 3,08% yoy. Di tengah tantangan ini, BI tetap optimistis dan akan terus mendorong penyaluran kredit melalui berbagai kebijakan makroprudensial, dengan menargetkan pertumbuhan kredit keseluruhan tahun 2025 berada di rentang 8-11%.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK