Fakta Nasional

Skandal Bea Cukai: KPK Temukan 5 Koper Uang di Safe House

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghebohkan publik dengan temuan uang dalam jumlah fantastis. Lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar ditemukan di sebuah rumah aman (safe house) yang diduga milik peja…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 18 February 2026 📖 1 menit
Skandal Bea Cukai: KPK Temukan 5 Koper Uang di Safe House
Skandal Bea Cukai: KPK Temukan 5 Koper Uang di Safe House/(humas KPK)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghebohkan publik dengan temuan uang dalam jumlah fantastis.

Lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar ditemukan di sebuah rumah aman (safe house) yang diduga milik pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Penemuan ini merupakan hasil penggeledahan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, sebagai bagian dari penyidikan kasus suap impor, dilansir pada 18 Februari 2026.

Rumah tersebut diduga dikelola oleh Salisa, seorang pegawai DJBC yang sebelumnya terjaring OTT namun sempat berstatus sebagai saksi.

Di lokasi tersebut, penyidik menyita uang dalam berbagai mata uang, mulai dari Rupiah, Dolar AS, Dolar Singapura, hingga Ringgit Malaysia. Selain uang tunai, dokumen penting dan barang bukti elektronik turut diamankan untuk mendalami aliran dana yang melibatkan pejabat tinggi di korps baju biru tersebut.

Kasus ini berakar dari dugaan manipulasi pemeriksaan barang impor pada akhir 2025. Sejumlah oknum diduga menerima suap secara rutin agar barang milik perusahaan tertentu tidak melalui pemeriksaan fisik yang ketat (jalur merah).

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan enam tersangka, termasuk mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC. Total barang bukti yang disita dari rangkaian kasus ini telah menembus angka Rp40,5 miliar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK