Fakta Nasional

Skandal Importasi: KPK Endus Keterlibatan Forwarder Lain Selain Blueray Cargo

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini memasuki babak baru. KPK mencium adanya keterlibatan perusahaan jasa pengiriman (forwarder) lain di luar PT Blueray Cargo (BR). Tim…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 10 February 2026 📖 1 menit
Skandal Importasi: KPK Endus Keterlibatan Forwarder Lain Selain Blueray Cargo
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini memasuki babak baru.

KPK mencium adanya keterlibatan perusahaan jasa pengiriman (forwarder) lain di luar PT Blueray Cargo (BR). Tim penyidik tengah mendalami skema masuknya barang-barang "KW" hingga barang ilegal ke tanah air yang diduga melibatkan oknum pejabat tinggi bea cukai.

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan bahwa semua aliran suap ini bermuara pada oknum tertentu di DJBC. KPK kini melacak siapa saja importir yang menggunakan jasa PT BR dan perusahaan forwarder lainnya untuk melancarkan aksi mereka.

Penyelidikan difokuskan pada pola pemberian gratifikasi yang dilakukan demi memuluskan proses kepabeanan barang-barang tanpa izin resmi.

Sebagai langkah serius, KPK telah menggeledah Kantor Pusat DJBC serta kediaman para tersangka, termasuk Rizal (mantan Direktur P2). Dari rangkaian penggeledahan tersebut, tim mengamankan dokumen penting, bukti elektronik, serta uang tunai dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, total barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka mencapai angka fantastis, yakni Rp40,5 miliar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK