Fakta Nasional

Skandal Korupsi Proyek Fiktif Guncang PTPP, Negara Rugi Rp46,8 Miliar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan dua petinggi PT Pembangunan Perumahan (PTPP) Divisi EPC, yaitu Didik Mardiyanto (DM) dan Herry Nurdy Nasution (HNN), atas dugaan korupsi proyek fiktif. Kerugian neg…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 26 November 2025 📖 1 menit
Skandal Korupsi Proyek Fiktif Guncang PTPP, Negara Rugi Rp46,8 Miliar
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menahan dua petinggi PT Pembangunan Perumahan (PTPP) Divisi EPC, yaitu Didik Mardiyanto (DM) dan Herry Nurdy Nasution (HNN), atas dugaan korupsi proyek fiktif. Kerugian negara dari kasus ini diperkirakan mencapai Rp46,8 miliar dari pengeluaran kas perusahaan untuk vendor-vendor bodong yang tidak memberikan manfaat, dilansir pada 26 November 2025.

Modus Cerdik Menggunakan Vendor Fiktif

Praktik culas ini berlangsung dari Juni 2022 hingga Maret 2023, melibatkan sembilan proyek fiktif, termasuk pembangunan Smelter Nikel di Kolaka senilai Rp25,3 miliar. Untuk memuluskan aksi, DM dan HNN diduga memerintahkan pembuatan dokumen purchase order dan tagihan palsu dengan mencatut nama vendor korporasi, bahkan menggunakan identitas office boy dan driver perusahaan. Setelah dana cair, uang tunai dalam bentuk valas kemudian diserahkan kembali kepada para tersangka.

Aliran Dana untuk THR dan Tunjangan

Selain kerugian negara, terungkap pula adanya inisiatif DM untuk mengalirkan sebagian dana hasil proyek fiktif Mines of Bahodopi Block 2 dan 3 senilai Rp10,8 miliar. Dana tersebut digunakan sebagai tambahan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Variabel (TVAR) kepada sejumlah staf. Saat ini, KPK terus mendalami perbuatan melawan hukum yang dilakukan berulang kali oleh kedua tersangka tersebut.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK