Fakta Nasional

Skandal Kuota Haji Terbongkar! KPK Sebut Maktour Raup Untung Ilegal Miliaran Rupiah

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengungkap praktik lancung dalam pembagian kuota haji yang menyeret nama besar PT Makassar Toraja (Maktour). Dalam keterangan resminya pada Senin malam, 30 Maret 2026, Deputi Bidang Penind…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 31 March 2026 📖 1 menit
Skandal Kuota Haji Terbongkar! KPK Sebut Maktour Raup Untung Ilegal Miliaran Rupiah
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Dok. Rmol.id)

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengungkap praktik lancung dalam pembagian kuota haji yang menyeret nama besar PT Makassar Toraja (Maktour).

Dalam keterangan resminya pada Senin malam, 30 Maret 2026, Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan bahwa perusahaan tersebut diduga memperoleh keuntungan tidak sah sebesar Rp27,8 miliar pada tahun 2024 akibat manipulasi distribusi kuota.

Kasus ini melibatkan Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham (ISM), dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba (ASR), yang kini berstatus tersangka.

Mereka diduga melobi mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) untuk mengubah skema pembagian kuota haji khusus menjadi 50 persen, jauh melampaui batas regulasi yang hanya 8 persen. Pengaturan ini memberi jalan bagi perusahaan terafiliasi Maktour untuk menikmati fasilitas percepatan keberangkatan (T0).

KPK mengendus adanya aliran dana pelicin untuk memuluskan skema tersebut. Tersangka Ismail diduga menyetor 30 ribu Dolar AS kepada staf khusus Menag, sementara Asrul diduga menggelontorkan dana fantastis sebesar 406 ribu Dolar AS.

Penerimaan uang ini diduga kuat sebagai representasi kepentingan pejabat tinggi di Kementerian Agama saat itu. Hingga kini, KPK masih terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam ekosistem perjalanan ibadah ini.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK