Fakta Nasional

Skandal Lahan Depok: KPK Bidik Keterlibatan Top Manager PT KD

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pusaran kasus suap sengketa lahan yang menyeret petinggi Pengadilan Negeri (PN) Depok. Fokus penyidik kini mengarah pada keterlibatan korporasi PT Karabha Digdaya (KD).…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 February 2026 📖 1 menit
Skandal Lahan Depok: KPK Bidik Keterlibatan Top Manager PT KD
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pusaran kasus suap sengketa lahan yang menyeret petinggi Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Fokus penyidik kini mengarah pada keterlibatan korporasi PT Karabha Digdaya (KD). KPK meyakini bahwa aliran dana suap untuk mempercepat eksekusi lahan tidak mungkin mengalir tanpa persetujuan atau sepengetahuan jajaran manajemen puncak perusahaan tersebut, dilansir pada 9 Febuari 2026.

Kasus ini bermula dari sengketa lahan di Kecamatan Tapos yang dimenangkan oleh PT KD. Namun, karena eksekusi pengosongan lahan tak kunjung dilakukan, muncul kesepakatan "pintu belakang".

Oknum pimpinan PN Depok diduga meminta imbalan sebesar Rp1 miliar, yang kemudian dinegosiasikan menjadi Rp850 juta. Uang tersebut diduga diberikan sebagai pelicin agar proses pengosongan lahan segera dilaksanakan meskipun pihak masyarakat sedang menempuh upaya hukum.

Hingga saat ini, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Ketua dan Wakil Ketua PN Depok serta Direktur Utama PT KD.

Modus operandi yang terungkap cukup rapi, yakni menggunakan pembayaran invoice fiktif melalui perusahaan konsultan untuk mencairkan dana suap. KPK menegaskan akan terus menelusuri komunikasi antara bagian keuangan hingga bos besar perusahaan guna memastikan pertanggungjawaban korporasi secara utuh.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK