Skandal Sertifikasi K3: Buruh Jadi Korban Pemerasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka fakta mengejutkan terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) diduga menjadi kepanja…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka fakta mengejutkan terkait kasus dugaan pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) diduga menjadi kepanjangan tangan Kemnaker untuk menarik pungutan berlebihan dari buruh saat mengurus sertifikasi K3.
Berdasarkan penyelidikan, biaya resmi sertifikasi K3 hanya Rp275 ribu. Namun dalam praktiknya, angka tersebut melonjak hingga Rp6 juta bahkan lebih. Dana tersebut kemudian dibagi antara oknum Kemnaker dan pihak PJK3. Fakta ini membuktikan adanya praktik sistematis yang merugikan buruh dan perusahaan.
KPK menegaskan, pihak yang paling dirugikan adalah buruh karena biaya tambahan untuk sertifikasi dibebankan ke perusahaan dan otomatis mengurangi hak pekerja. Ironisnya, hingga kini upah buruh tidak mengalami kenaikan. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka, termasuk mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. Total kerugian akibat pemerasan diperkirakan mencapai Rp81 miliar.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.