Fakta Nasional

Skandal Suap Pajak Kalsel: KPK Sita Kardus Berisi Uang Miliaran Rupiah

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus korupsi di sektor perpajakan kembali mencuat setelah KPK merilis detail hasil OTT di Kalimantan Selatan. Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp1 miliar ditemukan tersimpan rapi di dalam dua kardus bekas. Uang te…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 06 February 2026 📖 1 menit
Skandal Suap Pajak Kalsel: KPK Sita Kardus Berisi Uang Miliaran Rupiah
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus korupsi di sektor perpajakan kembali mencuat setelah KPK merilis detail hasil OTT di Kalimantan Selatan.

Barang bukti berupa uang tunai senilai Rp1 miliar ditemukan tersimpan rapi di dalam dua kardus bekas. Uang tersebut diduga sebagai pelicin dari pihak swasta kepada pejabat pajak untuk memuluskan kepentingan perpajakan perusahaan tertentu.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu tersebut diberikan oleh Venasius Jenarus Genggor, Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti, kepada Mulyono selaku Kepala KPP Madya Banjarmasin, dilansir pada 6 Febuari 2026.

Penggunaan kardus sebagai wadah menunjukkan upaya menyamarkan transaksi haram tersebut agar tidak memancing kecurigaan saat proses penyerahan dilakukan.

Setelah melakukan pemeriksaan maraton, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, termasuk seorang tim pemeriksa pajak.

Selain uang Rp1 miliar di lokasi awal, penyidik juga menemukan indikasi penggunaan dana lainnya untuk uang muka pembelian rumah dan keperluan pribadi lainnya. Total nilai barang bukti yang berhasil diamankan mencapai Rp1,5 miliar.

Ketiganya kini harus mendekam di rumah tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai UU Tipikor yang berlaku.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK