Fakta Nasional

Skema Makan Bergizi Gratis: Prioritas Lansia 75 Tahun ke Atas

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah terus mematangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar kelompok lansia rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengonfirmasi bahwa fokus awal program ini adalah lansia berusia di ata…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 05 February 2026 📖 1 menit
Skema Makan Bergizi Gratis: Prioritas Lansia 75 Tahun ke Atas
Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara aktivitas operasional dapur selama libur sekolah guna melakukan evaluasi fasilitas dan penerapan standarisasi baru mulai Rabu (17/6/2026)./net.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah terus mematangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar kelompok lansia rentan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengonfirmasi bahwa fokus awal program ini adalah lansia berusia di atas 75 tahun, terutama mereka yang tinggal sendirian tanpa pendamping.

Langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara bagi warga senior yang membutuhkan bantuan nutrisi, dilansir pada 4 Februari 2026.

Dalam pelaksanaannya, Kementerian Sosial bekerja sama erat dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Gus Ipul menjelaskan bahwa seluruh pendanaan akan dipusatkan di BGN, sementara Kemensos bertanggung jawab atas validasi data dan tenaga lapangan.

Validasi data akan melibatkan pemerintah daerah guna memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak.

Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga mencakup layanan pendampingan. Pemerintah menyiapkan tenaga caregiver dan perawat terlatih untuk mengantarkan makanan langsung ke rumah-rumah lansia serta penyandang disabilitas.

Dengan skema ini, kesehatan dan asupan gizi para lansia diharapkan dapat terpantau secara lebih intensif dan berkelanjutan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK