Sorotan Tajam untuk Mars Ega Legowo: Tantangan Besar di Kursi Panas Pertamina Patra Niaga
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penunjukan Mars Ega Legowo Putra sebagai Direktur Utama Subholding Pertamina Patra Niaga (PPN) memicu reaksi kritis dari berbagai kalangan. Lembaga pengawas kebijakan publik, Sentinel Law and Society Studies, secara terb…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penunjukan Mars Ega Legowo Putra sebagai Direktur Utama Subholding Pertamina Patra Niaga (PPN) memicu reaksi kritis dari berbagai kalangan.
Lembaga pengawas kebijakan publik, Sentinel Law and Society Studies, secara terbuka meminta Kementerian BUMN untuk meninjau kembali keputusan ini. Langkah tersebut didasari oleh sederet catatan merah terkait tata kelola dan efisiensi operasional yang dianggap masih jauh dari kata ideal, dilansir pada 6 Febuari 2026.
Sentinel menyoroti bahwa di bawah kepemimpinan direksi sebelumnya, gangguan distribusi BBM masih sering terjadi di berbagai wilayah. Hal ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan penghambat efektivitas nasional yang berujung pada membengkaknya biaya logistik.
Selain itu, program Biosolar B40 turut mendapat kritik pedas. Ronal Jefferson, Direktur Advokasi Kebijakan Sentinel, mengungkapkan adanya indikasi kelemahan dalam pengadaan aditif biodiesel melalui mekanisme penunjukan langsung. Penggunaan metode pencampuran yang belum terintegrasi penuh di fasilitas kilang berisiko merusak konsistensi kualitas produk serta menggerus efisiensi anggaran negara.
Proyek digitalisasi 5.518 SPBU dengan investasi jumbo mencapai Rp3,6 triliun juga dianggap belum memberikan hasil nyata. Alih-alih menutup celah kebocoran solar subsidi, praktik penyalahgunaan di sektor perkebunan dan pertambangan justru masih marak. Tak berhenti di situ, Sentinel juga mengungkap adanya dugaan persaingan terbatas dalam pengadaan jasa transportasi BBM.
Pola penunjukan vendor yang berulang mengisyaratkan kurangnya transparansi yang sehat. Tanpa evaluasi menyeluruh dari Kementerian BUMN, peran strategis Patra Niaga dalam rantai pasok energi nasional dikhawatirkan akan terus dibayangi oleh ketidakefektifan manajemen.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.