Fakta Nasional

Sri Mulyani dan IMF: Menguatkan APBN di Tengah Gejolak Global

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan First Deputy Managing Director IMF, Gita Gopinath, di Jakarta pada Jumat (20/6/2025). Diskusi berfokus pada strategi menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 22 June 2025 📖 1 menit
Sri Mulyani dan IMF: Menguatkan APBN di Tengah Gejolak Global
Sri Mulyani//(Instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar pertemuan dengan First Deputy Managing Director IMF, Gita Gopinath, di Jakarta pada Jumat (20/6/2025). Diskusi berfokus pada strategi menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sri Mulyani menegaskan komitmen Indonesia untuk mengendalikan defisit sesuai batas UU APBN. Dalam unggahan Instagram @smindrawati, ia menyatakan bahwa stimulus fiskal akan diprioritaskan untuk melindungi daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi rumah tangga sebagai motor pertumbuhan.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya manajemen fiskal yang prudent. “APBN harus fleksibel namun disiplin; intervensi dilakukan selektif untuk memitigasi dampak eksternal,” ujarnya, menjelaskan bahwa aspek belanja subsidi dan insentif pajak akan diatur secara cermat.

Sri Mulyani optimistis, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjaga stabilitas ekonomi. Penguatan kerangka fiskal ini diharapkan mampu meredam tekanan, terutama jika ketidakpastian global memicu pergeseran permanen dalam aliran modal dan perdagangan internasional.

Dengan dukungan IMF dan penerapan kebijakan fiskal yang bijaksana, Indonesia siap menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus tetap mendorong pertumbuhan berkelanjutan.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK