Fakta Nasional

Sri Mulyani: Ketidakpastian Global Kini Jadi Kenyataan, APBN Jadi Garda Terdepan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ketidakpastian global saat ini bukan sekadar gangguan sementara, melainkan kondisi permanen. Dalam Economic Update 2025 di Jakarta, Rabu (18/6/2025), Sri Mulyani me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 19 June 2025 📖 1 menit
Sri Mulyani: Ketidakpastian Global Kini Jadi Kenyataan, APBN Jadi Garda Terdepan
Sri Mulyani//(Instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ketidakpastian global saat ini bukan sekadar gangguan sementara, melainkan kondisi permanen.

Dalam Economic Update 2025 di Jakarta, Rabu (18/6/2025), Sri Mulyani menjelaskan bahwa pergeseran jangka menengah hingga panjang mengubah tatanan ekonomi internasional.

Sri Mulyani menyoroti kebijakan tarif sepihak AS dan melemahnya peran lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan Bank Dunia.

“Negara-negara kuat merasa perlu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa melibatkan lembaga multilateral—itulah unilateralisme,” ujarnya.

Pergeseran ini mengganggu perdagangan global dan mengubah cara interaksi antarnegara.

Di tengah ketidakpastian tadi, Sri Mulyani menegaskan pentingnya menjaga APBN yang sehat dan berkelanjutan. “APBN harus menjadi alat kebijakan fiskal yang melindungi ekonomi nasional dari guncangan eksternal maupun domestik,” katanya.

Dengan APBN yang kuat, Indonesia dapat mengatasi hambatan struktural dan mendorong pertumbuhan lebih tinggi, tanpa menjadikan fiskal sebagai sumber masalah baru.

Kenyataan global yang permanen menuntut strategi fiskal cermat dan adaptif. Menjaga APBN berarti menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di era gejolak internasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK