Statistik Pinjol OJK: Perempuan Lebih Sedikit, Tapi Utang Lebih Tinggi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2025 mengungkap tren menarik dalam dunia pinjaman online (Pinjol) P2P lending. Meskipun jumlah akun pinjol yang dimiliki oleh laki-laki (12,89 juta akun atau 50,7%) lebih ban…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2025 mengungkap tren menarik dalam dunia pinjaman online (Pinjol) P2P lending. Meskipun jumlah akun pinjol yang dimiliki oleh laki-laki (12,89 juta akun atau 50,7%) lebih banyak dibandingkan perempuan (12,56 juta akun atau 49,3%), total outstanding atau sisa pinjaman yang dimiliki perempuan justru jauh lebih tinggi.
Total outstanding pinjaman perseorangan di fintech P2P lending mencapai Rp82,94 triliun per Agustus 2025, naik 25,4% secara tahunan (YoY). Dari angka tersebut, perempuan tercatat memiliki outstanding sebesar Rp 45,38 triliun, mengungguli laki-laki yang memiliki Rp 37,56 triliun. Bahkan, pertumbuhan outstanding perempuan juga lebih besar, mencapai 26% YoY dibandingkan laki-laki 24,5% YoY.
Rasio Kredit Macet dan Profil Risiko
Meskipun memegang utang yang lebih besar, rasio kredit macet (TWP 90) yang dimiliki perempuan tercatat lebih kecil, yakni 1,9%, sementara laki-laki mencapai 2,1%. Namun, OJK mencatat bahwa pertumbuhan nilai TWP 90 perempuan justru lebih besar, mencapai 42,5% YoY. Hal ini menunjukkan bahwa meski secara persentase lebih disiplin, nilai kerugian yang disebabkan oleh kredit macet dari pihak perempuan mengalami peningkatan yang lebih cepat.
Dominasi Milenial dan Gen Z
Dari profil usia, nasabah fintech lending didominasi oleh generasi muda. Usia 19-34 tahun (Milenial dan Gen Z) menempati posisi pertama pengguna terbanyak dengan 15,18 juta akun dan total outstanding Rp 41,07 triliun. Di posisi kedua, peminjam berusia 35-54 tahun berjumlah 9,16 juta entitas dengan pinjaman berjalan Rp 37,8 triliun. Sementara itu, kelompok usia di bawah 19 tahun juga tercatat memiliki 257.331 akun dengan outstanding Rp 316,87 miliar.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.