Fakta Nasional

Strategi Baru Cukai 2026: Menambah Layer untuk Rangkul Industri Kecil

FAKTANASIONAL.NET - Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah lapisan (layer) tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun 2026 menuai respon positif dari para pelaku usaha. Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret untuk menekan pere…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
Strategi Baru Cukai 2026: Menambah Layer untuk Rangkul Industri Kecil
Skandal Cukai Palsu: KPK Bongkar Praktik Kotor Industri Rokok Ilegal di Bea Cukai/(ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET - Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah lapisan (layer) tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun 2026 menuai respon positif dari para pelaku usaha.

Langkah ini dipandang sebagai solusi konkret untuk menekan peredaran rokok ilegal sekaligus memberikan ruang legal bagi produsen rokok lokal skala kecil.

Struktur industri tembakau di Indonesia sangat beragam, mulai dari raksasa manufaktur hingga ribuan usaha kecil yang menyerap jutaan tenaga kerja, dilansir pada 2 Maret 2026.

Pengusaha tembakau Madura, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), menekankan pentingnya masa transisi. Jika tarif dipukul rata tanpa mempertimbangkan skala usaha, maka industri kecil padat karya akan menjadi korban pertama yang tumbang sebelum konsumsi sempat terkendali.

Muncul kekhawatiran bahwa penambahan layer akan membanjiri pasar dengan rokok murah. Namun, Gus Lilur meluruskan bahwa layer adalah instrumen klasifikasi, bukan penentu harga jual akhir.

Dengan mempersempit selisih harga antara produk legal dan ilegal melalui klasifikasi yang tepat, pemerintah justru menutup celah pasar gelap. Hal ini selaras dengan mandat UU 39/2007 yang menuntut keseimbangan antara pengendalian konsumsi, optimalisasi penerimaan negara, hingga perlindungan ekonomi rakyat di daerah.[dit]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK