Strategi Bisnis Progresif: DPR Dukung Penuh Spin-off Aset Wholesale Fiber Telkom
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Langkah transformasi bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuai dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VI DPR, Achmad, memuji strategi korporasi yang fokus pada streamlining dan pemisahan aset i…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Langkah transformasi bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuai dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VI DPR, Achmad, memuji strategi korporasi yang fokus pada streamlining dan pemisahan aset infrastruktur wholesale fiber ke anak perusahaan, Telkom Infrastruktur Fiber (TIF). Apa yang menjadi fokus utama? Pemisahan ini dinilai sebagai langkah progresif dan krusial yang sejalan dengan tren industri telekomunikasi global, yaitu memisahkan bisnis infrastruktur (InfraCo) dari layanan ritel (ServiceCo), 8 Desember 2025.
Mendorong Efisiensi dan Optimalisasi Aset
Menurut Achmad, penataan ini penting untuk memaksimalkan aset besar Telkom, yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga berkontribusi pada negara. Pemurnian bisnis infrastruktur ke TIF memungkinkan pengelolaan jaringan yang lebih terarah, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi seluruh pelaku industri. Mengapa pemisahan ini dilakukan? Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan setiap unit bisnis memiliki fokus yang tajam.
Dampak Positif pada Industri dan Dividen Negara
Achmad optimistis, spin-off aset ini berpotensi meningkatkan dividen yang disetorkan Telkom kepada negara. Dengan TIF sebagai penyedia infrastruktur wholesale yang efisien, utilisasi aset diharapkan meningkat, yang pada akhirnya menggenjot laba perusahaan. Selain itu, Bagaimana dampaknya pada industri? Kehadiran TIF yang netral dan terbuka juga dipercaya akan menciptakan persaingan yang lebih sehat, memfasilitasi akses infrastruktur bagi operator skala kecil, dan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem digital nasional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.